Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemerintah Awasi Kualitas Beras SPHP di Gudang Bulog, Agar Layak Konsumsi

Dodi Abdul Qadir • Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:30 WIB

Tim OKKPD saat melakukan pengambilan sampel beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di gudang Bulog Divisi Regional Kalteng, Jumat (6/3).
Tim OKKPD saat melakukan pengambilan sampel beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di gudang Bulog Divisi Regional Kalteng, Jumat (6/3).

PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.,com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)  memperketat pengawasan kualitas pangan yang beredar di masyarakat. Melalui lembaga Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), pemprov melakukan pengambilan sampel beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) milik Perum BULOG Divisi Regional Kalteng.

Seperti dilakukan di gudang Bulog yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Km 7, Kota Palangka Raya, Jumat (6/3). Tim OKKPD yang turun ke lapangan terdiri dari pengawas mutu hasil pertanian dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah.

Pengambilan sampel tersebut merupakan bagian dari pengawasan mutu dan keamanan pangan sekaligus proses verifikasi dalam penerbitan izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri (PSAT-PD).

Sampel beras yang diambil selanjutnya akan diuji untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar keamanan pangan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalteng Rendy Lesmana mengatakan, pengawasan ini dinilai penting karena beras merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan pada tahap produksi di tingkat petani, tetapi juga pada proses pascapanen hingga distribusi ke masyarakat.

“Produksi pertanian yang mencakup komoditas tanaman pangan dan hortikultura merupakan komoditas strategis yang memerlukan pendampingan mulai dari hulu hingga hilir,” ujar Rendy.

Ia menjelaskan, dari sisi pascapanen dan pemasaran, diperlukan sinergi antara pemerintah dengan pelaku usaha maupun distributor untuk memastikan mutu dan keamanan pangan tetap terjaga.

Kerja sama tersebut sangat penting untuk menjamin produk pangan segar, asal tumbuhan yang beredar di masyarakat memiliki kualitas yang baik dan aman untuk dikonsumsi.

 

“Peran kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha dan distributor sangat penting untuk memastikan jaminan kualitas mutu serta peredaran produk pangan segar asal tumbuhan yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga,” imbuh Rendy.

Ia menambahkan, beras sebagai komoditas pangan utama masyarakat harus memiliki standar mutu yang jelas sehingga masyarakat memperoleh produk yang aman dan berkualitas.

“Termasuk beras sebagai komoditas pangan strategis, perlu adanya jaminan mutu agar beras yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar memenuhi standar kualitas, aman dikonsumsi, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen Perum BULOG Divisi Regional Kalimantan Tengah, Putra, menyatakan, engawasan mutu merupakan langkah penting untuk memastikan kualitas beras SPHP yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga.

“Kami sangat mendukung kegiatan pengawasan mutu ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk memastikan beras SPHP yang disalurkan kepada masyarakat memiliki kualitas yang baik dan memenuhi standar keamanan pangan,” pungkasnya.

Putra menambahkan, Bulog berkomitmen menjaga kualitas beras sejak proses pengadaan, penyimpanan hingga penyaluran agar masyarakat mendapatkan beras yang layak konsumsi. (daq/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Beras sphp #pengawasan #bulog #Kualitas Pangan #Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) #palangk araya