Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warga Terdampak Badai di Sampit Diberi Bantuan Tahap Awal

Heny Pusnita • Kamis, 5 Februari 2026 | 22:40 WIB
Wabup Kotim Irawati didampingi Kadinsos Kotim Hawianan beserta sejumlah anggota BPBD, di lokasi rumah yang ambruk diterpa badai, Kamis (5/2).
Wabup Kotim Irawati didampingi Kadinsos Kotim Hawianan beserta sejumlah anggota BPBD, di lokasi rumah yang ambruk diterpa badai, Kamis (5/2).

 

SAMPIT,radarsampitjawapos.com-Ambruknya dua rumah di Jalan Pramuka–Jalan Madiun Ngawi, Kecamatan MB Ketapang Sampit, akibat diterpa badai pada Rabu (4/2) sore, mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim).

Wakil Bupati Kotim Irawati, Kepala Dinas Sosial Kotim Hawianan dan jajaran BPBD Kotim mengunjungi pemilik rumah itu, sekaligus menyalurkan bantuan tahap awal, Kamis (5/2).

Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Zainal dan Hamid. Kondisi terparah dialami rumah Zainal dengan luas sekitar 7 x 12 meter yang hancur total. Sementara rumah Hamid seluas 6 x 8 meter mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.

Rumah Zainal sebelumnya merupakan bangunan sarang burung walet yang didirikan sejak 2017 dan kemudian direnovasi menjadi rumah tinggal sekitar dua tahun terakhir.

Saat kejadian, Zainal tidak berada di rumah karena sedang bekerja sebagai buruh bangunan. Di dalam rumah hanya ada istri dan anaknya yang berhasil menyelamatkan diri, sesaat sebelum bangunan ambruk.

“Saat hujan deras dan angin kencang, istri dan anak saya masih di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar suara kayu runtuh dan bangunan bergerak. Anak istri langsung keluar menyelamatkan diri. Tetangga juga melihat pusaran angin menerpa rumah kami,” ujar Zainal menceritakan kepada Irawati.

Zainal mengaku baru mengetahui rumahnya roboh setelah mendapat kabar dari warga dan langsung pulang ke lokasi. Berdasarkan perhitungan BPBD Kotim, kerugian akibat rumah yang rubuh itu ditaksir mencapai Rp50 juta.

“Namanya musibah tidak ada yang tahu. Saya berusaha menerima dengan ikhlas, semoga ada rezeki untuk bisa membangun rumah kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Irawati telah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Kotim agar korban dapat diusulkan menerima bantuan, termasuk program bedah rumah. Namun, ia juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi kependudukan.

“Setelah kami cek, status tanah masih atas nama kerabat saudara iparnya, dan KTP Pak Zainal masih berdomisili luar daerah. Kami sarankan agar yang bersangkutan mengurus pindah domisili KTP ke Kotim, karena sudah tinggal di Sampit sejak 2017. Ini penting agar pemerintah daerah bisa mengupayakan bantuan secara maksimal,” ujarnya.

Ditegaskan Irawati, mengurus pindah domisili KTP itu gratis. Tidak perlu lewat calo. Masyarakat bisa langsung datang ke Disdukcapil atau ke Mal Pelayanan Publik agar akan dilayani dengan baik.

Selain itu, Irawati juga menawarkan agar anak korban dapat disekolahkan di sekolah rakyat, sehingga seluruh biaya pendidikan dapat ditanggung pemerintah.

Dalam bantuan awal itu, dua kepala keluarga korban bencana alam itu mendapat bantuan sembako lengkap dengan beras.

Selain dua rumah itu, cuaca ekstrem pada Rabu (4/2) juga menyebabkan kerusakan atap rumah di Perumahan Graha Pramuka, Jalan Saudara Nomor A5 Blok 1 RT 44 RW 14 Kelurahan Sawahan. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di lokasi dan baru mengetahui kejadian setelah mendapat informasi dari tetangga.

Peristiwa angin kencang tersebut juga mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Kenan Sandan, Kecamatan Baamang, serta di Jalan MT Haryono, Kecamatan MB Ketapang, di waktu yang berdekatan. (hgn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#cuaca ekstrem #sampit #badai #wakil bupati kotim irawati #rumah roboh