PALANGKA RAYA–Suasana menegangkan menyelimuti proses evakuasi ular berbisa jenis cobra Kalimantan yang dilakukan Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya di sebuah rumah warga di Jalan Pasendeng, Kota Palangka Raya,Senin (22/12).
Peristiwa itu terjadi setelah pemilik rumah melaporkan keberadaan ular cobra yang bersembunyi di gudang penyimpanan barang rumahnya. Rumah tersebut diketahui jarang dihuni dan hanya sesekali digunakan saat pemilik beraktivitas di dapur. Pemilik rumah sehari-hari lebih sering tidur di bangunan sebelah.
Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto, menjelaskan laporan diterima setelah kucing peliharaan pemilik rumah tiba-tiba bersuara keras di sekitar gudang. Merasa curiga, pemilik rumah mendekat dan mendapati seekor ular cobra Kalimantan berukuran cukup besar sedang bersembunyi.
“Ular tersebut berdiameter sekitar satu inci dengan panjang kurang lebih dua meter dan mengeluarkan suara mendesis, menandakan itu memang ular berbisa,” kata Sucipto.
Lanjutnya, atas kejadian tersebut, pemilik rumah langsung menghubungi Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya. Menerima laporan itu, tim segera bergerak cepat menuju lokasi di Jalan Pasendeng.
Setibanya di lokasi, petugas disambut oleh pelapor dan langsung diarahkan ke gudang tempat ular bersembunyi. Tim kemudian melakukan pencarian dan memastikan sumber suara mendesis berasal dari ular cobra Kalimantan.
“Setelah posisi ular terlihat jelas, tim melakukan penanganan secara hati-hati dengan menggunakan alat penjepit khusus ular,” terang Sucipto.
Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan, namun berjalan lancar. Ular berhasil dikuasai tanpa melukai warga maupun petugas. Selanjutnya, ular tersebut dimasukkan ke dalam karung untuk diamankan.
Usai dievakuasi, ular cobra Kalimantan tersebut kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan permukiman warga, guna mencegah potensi bahaya di kemudian hari.
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Terutama di lingkungan rumah yang jarang dihuni atau memiliki banyak barang menumpuk, karena berpotensi menjadi tempat persembunyian satwa liar berbisa.
“Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan kejadian serupa agar dapat ditangani secara aman dan professional,” tandas Sucipto. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama