KUALA PEMBUANG,radarsampit.jawapos.com- Komunitas Goweser Seruyan kembali menunjukkan eksistensinya sebagai motor penggerak olahraga bersepeda di daerah berjuluk Bumi Gawi Hatantiring itu.
Masih dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2025, mereka bakal menggelar Tour de Seruyan–Sampit yang mengusung tema “Kayuh Semangat, Jalin Persaudaraan” pada 22-23 November mendatang.
Komunitas yang dikenal aktif menggabungkan olahraga, rekreasi, dan kegiatan sosial ini sejak awal berdiri menjadi wadah lintas latar belakang bagi para pencinta sepeda.Ikatan yang terbangun tak sekadar lewat kayuhan pedal, tapi juga lewat kegiatan rutin, diskusi, dan semangat saling menyokong antar anggotanya.
Gelaran gowes jarak jauh ini akan menempuh rute 170 kilometer dari Kuala Pembuang menuju Kota Sampit. Melewati jalur pesisir selatan Kalteng, yang menawarkan panorama pantai dan bentang alam khas.
Meski hanya diikuti 18 peserta, tantangan jarak dan kontur lintasan tidak menyurutkan antusiasme para goweser.
Sekretaris Komunitas Fahrul Haidi menjelaskan, perjalanan ini bukan semata ajang menguji ketahanan fisik. Lebih dari itu, event ini bertujuan mempererat silaturahmi antar komunitas sepeda.
“Rute panjang juga diharapkan menjadi kesempatan memperkenalkan potensi daerah yang terbentang dari Kuala Pembuang hingga Sampit,” katanya kepada Radar Sampit, Rabu (19/11).
Para peserta telah melakukan persiapan intensif selama 1 bulan penuh. Hampir setiap sore, para goweser menjalani latihan bersama menuju Sungai Bakau untuk memastikan kondisi tubuh benar-benar siap menghadapi tantangan jarak jauh.
“Kami ingin kegiatan ini punya ruh persaudaraan. Gowes ini bukan soal siapa tercepat, tapi bagaimana kita bisa menikmati perjalanan bersama dan saling menjaga,” ujar Fahrul.
Ia menambahkan, momen ini diharapkan menjadi contoh bahwa kegiatan komunitas dapat lahir dari semangat gotong royong.
Menurut Fahrul, rute pesisir yang dipilih, sSelain memberikan pengalaman bersepeda yang berbeda, jalur ini memperlihatkan banyak potensi daerah yang jarang diperhatikan.
“Banyak sudut Seruyan yang indah dan patut ditunjukkan. Kami ingin peserta merasakan sendiri pesona itu sepanjang kayuhan. Para peserta tinggal menunggu hari keberangkatan sambil memantapkan fisik dan mental untuk menempuh perjalanan panjang yang penuh cerita,” pungkasnya. (rdw/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama