KUALA PEMBUANG,radarsampit.jawapos.com- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Seruyan Hilir menunjukkan perkembangan positif. Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Seruyan Hilir Yanuar Maulana Malik mengungkapkan, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga lokal. Khususnya kalangan ibu rumah tangga dan pelaku UMKM.
Menurutnya, sejak awal pelaksanaan, program MBG mengalami banyak perkembangan. Mulai dari pengelolaan bahan baku, peningkatan kebersihan dapur, hingga efisiensi distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
“Pada dua bulan awal kami masih mengambil bahan baku dari Sampit karena pertimbangan kualitas dan harga. Tapi sekarang semua kebutuhan dapur MBG kami beli dari pasar Kuala Pembuang,” ujar Yanuar, Rabu (5/11).
Ia mengungkapkan, dalam pengadaan bahan makanan, pihak pengelola menerapkan sistem terbuka tanpa kontrak dengan pedagang tertentu. Setiap pembelian dilakukan berdasarkan ketersediaan dan kualitas terbaik.
“Kalau ada bahan seperti daging yang saat dicek segar tapi saat diantar sudah berubah, tentu kami kembalikan. Kami sangat ketat dalam menjaga kelayakan bahan dan kebersihan dapur,” tegas Yanuar.
Saat ini dapur MBG Seruyan Hilir dikelola oleh 33 karyawan, sebagian besar merupakan ibu rumah tangga (IRT) dan single parent. “Pembayaran upah bagi pekerja dilakukan setiap 2 minggu dari yayasan melalui dapur SPPG Seruyan Hilir, sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Yanuar.
Program yang dijalankan oleh Yayasan Cahaya Al Barkah Bambuduri asal Karawang itu, telah menjangkau 2.416 pelajar setempat, dari tingkat TK hingga SMA.
Di antaranya, SMAN 1 Kuala Pembuang dengan 980 murid, SD IT Qurrota A’yun sebanyak 587 murid, hingga SMKN 1 Kuala Pembuang dengan 224 murid penerima manfaat.
Kini lanjut Yanuar, MBG Seruyan Hilir telah memasuki periode ke-6, dengan satu periode berjalan selama dua minggu. Tantangan yang masih dihadapi adalah fluktuasi harga bahan pokok, terutama sayur dan daging. Meski begitu, tim pengelola mampu menanganinya melalui penyesuaian pembelian, serta perencanaan stok yang matang.
Dipaparkannya pula, menu makanan disusun berdasarkan standar gizi anak sekolah, dengan pengawasan ahli gizi di dapur. Tim juga aktif menerima masukan dari para pelajar untuk menyesuaikan cita rasa dan variasi menu agar tetap sehat namun tidak membosankan.
Yanuar Maulana Malik berharap agar sistem MBG di Seruyan Hilir dapat terus berjalan dengan baik dan profesional. “Kami ingin program ini bukan hanya soal makan bergizi, tapi juga tentang membangun ekosistem ekonomi lokal yang kuat dan mandiri,” pungkasnya. (rdw/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama