KUALA PEMBUANG,radarsampit.jawapos.com- Polres Seruyan melalui Satuan Intelkam melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan stok beras di Kota Kuala Pembuang, Jumat (24/10).
Pemantauan menyasar gudang sembako milik Andreas Wahyudi, salah satu pemasok utama beras di wilayah tersebut.
Pemantauan dipimpin oleh Kasat Intelkam Polres Seruyan, Iptu Fahroni, dan melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Asisten II Setda Seruyan Adhiannoor, Kepala Bulog Sampit Azwar Fuad, serta Kabid Perdagangan Dinas Koperindag dan UKM Nurul Fahyuni.
Hasil pemantauan diketahui stok beras di gudang tersebut saat ini mencapai 65 ton, dan akan segera bertambah 25 ton lagi dari Pulau Jawa. Sementara untuk harga jual di tingkat supplier, beras premium dijual Rp 17.000/kg dengan harga beli Rp 15.800/kg. Kemudian beras medium dijual Rp 14.200/kg dengan harga beli Rp 13.200/kg.
Menurut Andreas, kenaikan harga ini dipicu oleh naiknya harga gabah di tingkat petani akibat penyesuaian pembelian oleh Bulog.
“Kami terpaksa menyesuaikan harga jual agar pabrik tetap bisa mendapatkan pasokan bahan baku,” ujarnya.
Selain itu, hasil pemantauan menunjukkan situasi pasar di Seruyan masih dalam kondisi stabil. Tidak ditemukan gejolak atau lonjakan signifikan di tingkat konsumen.
Kasat Intelkam Polres Seruyan Iptu Fahroni menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan bersama instansi terkait guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta harga tetap terkendali di pasaran.
“Langkah ini untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah potensi kelangkaan bahan pokok menjelang akhir tahun,” pungkasnya. (rdw/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama