Ular tersebut ditemukan bersembunyi di balik tumpukan karung barang di dalam gudang toko.
Kehadiran ular awalnya diketahui seorang karyawan saat hendak menggeser karung dan tanpa sengaja melihat binatang melata itu melingkar di sisi tumpukan barang. Karena khawatir dan tidak berani mengevakuasi sendiri, penemuan itu segera dilaporkan ke Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak cepat ke lokasi. Setibanya di sana, pelapor langsung menunjukkan posisi ular bersembunyi. Dengan peralatan khusus, proses evakuasi berhasil dilakukan dalam waktu sekitar 30 menit,” ujar Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya Sucipto, Minggu (20/7).
Selanjutnya ular pun berhasil diamankan dan dimasukkan ke dalam karung, kemudian dilepasliarkan ke habitat aslinya yang jauh dari pemukiman warga.
Sucipto menyatakan, diduga ular tersebut mencari mangsa tikus,sehingga memasuki wilayah teritorial manusia. Hal itu juga lantaran ekosistem atau rantai makanan sudah rusak, sehingga hewan tersebut masuk ke pemukiman warga.
Dirinya pun menghimbau agar warga tetap waspada dengan kehadiran binatang berbahaya di permukiman. Kejadian ini menurutnya menjadi pengingat bagi para pelaku usaha yang menyimpan barang dalam jumlah besar, untuk lebih waspada terhadap potensi keberadaan hewan liar seperti ular yang bisa masuk tanpa disadari.
"Tim kami selalu siap siaga menerima laporan dari masyarakat. Namun kami juga mengimbau agar lingkungan sekitar tempat usaha atau rumah dijaga kebersihannya agar tidak menjadi sarang bagi hewan liar,” pungkas Sucipto.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama