Dipimpin oleh Anuar dan Rudi Hartono, kelompok perikanan ini mengelola 11 keramba dengan berbagai ukuran yang disesuaikan dengan jenis bibit ikan yang dibudidayakan. Beberapa jenis ikan yang mereka kembangkan antara lain nila, patin, dan bawal.
“Inovasi ini kami jalankan dengan penuh tantangan, terutama dalam hal penyediaan pakan ikan yang harganya masih cukup tinggi,” ujar Anuar, Minggu (2/3).
Namun lanjutnya, keterbatasan alat pengolahan pakan menjadi kendala utama yang dihadapi para pembudidaya. Anuar mengungkapkan, kelompoknya memiliki alat pengolahan pakan mandiri, mereka dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan dan meningkatkan keuntungan.
Keberadaan keramba apung ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, tetapi juga upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan terus berinovasi.
“Kami dari kelompok budidaya ikan di Desa Panimba Raya berharap bisa semakin berkembang dan berkontribusi lebih besar bagi sektor perikanan daerah,”tandas Anuar. (rdw/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama