Diduga, banjir yang terjadi di pasar induk tradisional terbesar di kabupaten setempat itu diakibatkan oleh mampetnya gorong-gorong oleh tumpukan sampah.
Sejatinya, beberapa waktu lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar telah membersihkan saluran-saluran air di kawasan pasar dengan menggunakan mesin semprot bertekanan tinggi. Namun, saluran kembali mampet akibat pedagang dan pengunjung yang buang sampah sembarangan.
Salah seorang pedagang di Pasar Indra Sari, Arul menyampaikan, akibat banjir yang terjadi berdampak pada pedagang, karena mereka akhirnya tidak bisa berjualan, hal ini sudah berlangsung berhari-hari.
"Kasihan pedagang sampai ada yang 3 hari tidak bisa berjualan, banjir terjadi kawasan parki,r pasar yang paling parah," ujarnya, Jumat (29/11).
Menurutnya, banjir tidak terjadi setiap saat, baru akhir-akhir ini saja ketika hujan turun dengan deras dan durasi yang lama, air bisa bertahan berhari-hari. "Ada saluran yang mampet, kasian pedagang, sementara ini belum ada tindakan untuk membersihkan gorong - gorong yang mampet" ungkapnya.
Diterangkan Arul, upaya telah dilakukan oleh para pedagang dengan cara menarik sampah dengan besi panjang, namun upaya belum membuahkan hasil mengingat volume sampah begitu banyak.Dia mengaku belum melaporkan ke dinas terkait terkait persoalan tersebut, karena mereka telah dibebankan retribusi termasuk kebersihan area pasar.
"Semoga cepat disikapi mengingat cuaca saat ini sering turun hujan, sehingga pedagang dan pengunjung dapat berjualan dan masyarakat berbelanja dengan nyaman," pungkasnya. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama