PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Warga Kelurahan Kereng Bangkirai digegerkan dengan kabar meninggalnya seorang pasien di Panti Asuhan Rumah Pemulihan Borneo, Palangka Raya, Minggu (12/4/2026).
Kepolisian yang turun langsung ke lokasi memastikan, pasien panti pemulihan dilaporkan meninggal dunia akibat sakit tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Almarhum berinisial M (29) warga Jalan Karanggan. Penanganan dilakukan personel Polsek Sabangau di bawah Polresta Palangka Raya dengan keterangan dari Kapolsek Ahmad Taufiq mewakili Kapolresta Dedy Supriadi.
Baca Juga: Pencuri Sawit di Lahan Plasma Dituntut Jaksa dengan Penjara 8 Bulan
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, piket SPKT Regu I Polsek Sabangau langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal.Setibanya di lokasi, petugas berkoordinasi dengan pihak panti serta sejumlah saksi guna menggali informasi terkait kondisi korban sebelum meninggal dunia.
Kapolsek Sabangau Ahmad Taufiq menegaskan, kehadiran polisi merupakan bentuk respons cepat atas setiap laporan masyarakat.
Baca Juga: Dua Pengedar Dibekuk Polres Kobar, 154 Gram Sabu Gagal Edar
“Benar, kemarin, kami datang lokasi. Sebab setiap laporan kami tindak lanjuti dengan cepat untuk memastikan situasi tetap aman serta memberikan kepastian terkait kejadian,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia menekankan, dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban meninggal murni karena sakit. Selanjutnya, jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak Kelurahan Kereng Bangkirai.
Baca Juga: Perumdam Tirta Arut Raih Platinum Trophy Top BUMD Awards 2026, Sabet Bintang 5 untuk Kelima Kalinya
“Kami memastikan peristiwa ini sekaligus memastikan bahwa tidak ada unsur pidana dalam kejadian tersebut. Polisi pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran polisi merupakan bentuk respons cepat atas setiap laporan masyarakat. ”Dipastikan yang bersangkutan meninggal dunia akibat sakit, dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” tegasnya. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor