radarsampitjawapos.com- Pasangan suami-istri Rizky Billar dan Lesti Kejora sempat mengalami ujian rumah tangga yang cukup berat dengan adanya permasalahan. Masalah mereka diketahui sampai masuk ke ranah hukum sekitar beberapa tahun silam. Ujian berat tersebut berhasil diatasi dengan baik oleh Rizky Billar dan Lesti Kejora. Bukan hanya mencabut laporan polisi pada saat itu, pasangan ini kembali melanjutkan bahtera rumah tangga dan berhasil membangun dan menjaga keharmonisan sampai sekarang. Rizky Billar enggan mengungkapkan tips menjaga keharmonisan rumah tangga karena merasa usia pernikahannya masih terlalu dini untuk dia membagikan tips.
"Kalau kita masih belajar, kita masih belajar. Kalau untuk menjaga keharmonisan, kita masih terus belajar ya, menjaga komunikasi, menjaga hal-hal, karena memang kita juga masih butuh banyak bimbingan," ujar Rizky Billar.
Sang aktor mengakui banyak belajar dari cobaan rumah tangga yang sempat terjadi. Dari sana, Rizky Billar berusaha memperbaiki dan berusaha menjaga keharmonisan bersama Lesti Kejora.
Baca Juga: Artis Rizky Billar Laporkan Oknum Bhayangkari Polres Seruyan, Ternyata Ini Penyebabnya
"Ketika menemui persoalan-persoalan, bagaimana sih mengatasinya? Yang paling tahu kami, bukan orang lain. Orang lain hanya bisa menilai. Orang lain hanya bisa menilai dari permukaan," tuturnya. Dari cobaan dan ujian rumah tangga yang sempat dialaminya tersebut, Rizky Billar jadi belajar untuk tidak membiarkan orang luar mencampuri urusan internal keluarganya.
"Kita yang menjalani, kita yang tahu dinamika dalam hubungan rumah tangga, itu kan hal biasa. Cuma memang setiap hal yang terjadi pasti ada pelajaran yang bisa kita petik," ujar Rizky Billar. "Di mana mungkin kita dulu terlalu membebaskan orang lain untuk masuk. Sekarang kita tidak membiarkan orang lain intervensi rumah tangga kita. Karena mungkin saja saya punya asumsi, ada orang punya kepentingan, kan kita tidak pernah tahu," imbuhnya.
"Untuk saat ini kita lebih tertutup menjalani hubungan, sebisa mungkin tidak sharing ke orang-orang. Karena bahaya kadang-kadang suka dipelintir, suka dilebih-lebihin."(ab/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama