radarsampit.jawapos.com-Kisah bangsa Na’vi kembali berlanjut lewat Avatar Fire and Ash. Film ketiga Avatar garapan sutradara James Cameron ini menjadi titik balik yang jauh lebih emosional dan brutal dibanding sebelumnya, Avatar: The Way of Water (2022).
Film Avatar 3 Fire and Ash mulai tayang tanggal 23 Desember 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
Jika di film kedua penonton disuguhi keindahan laut dan budaya Metkayina, maka Avatar Fire and Ash justru membawa konflik baru yang lebih keras, penuh luka batin, dan pertempuran api. Sang sutradara membuat film ini memperlihatkan sisi Pandora yang belum pernah ditampilkan sebelumnya.
Film Avatar 3 Fire and Ash ini melanjutkan kisah keluarga Sully setelah peristiwa tragis di film Avatar sebelumnya. Kematian Neteyam masih meninggalkan duka mendalam dalam kehidupan mereka. Bahkan memicu konflik batin yang pelik di antara anggota keluarga. Neytiri berubah menjadi pendiam dan pemarah, terutama terhadap Spider. Sementara Lo’ak terus diselimuti rasa bersalah. Sedangkan Jake Sully, merasa dirinya gagal melindungi keluarganya meski ia dikenal sebagai Toruk Makto.
Demi mencegah konflik semakin besar, Jake lalu memindahkan Spider dan membawa keluarganya bergabung dengan klan Tlalim, kelompok pedagang dan hidup nomaden (wind traders) menggunakan kendaraan terbang, semacam kapal layar terbang. Jake pun berjanji akan melindungi klan tersebut dari ancaman perampok.
Perampokan itu rupanya benar-benar terjadi dari klan Mangkwan atau Ash People, bisa jua disebut Klan Api, yang tinggal di wilayah gunung berapi. Kelompok Na’vi brutal ini memuja api sebagai simbol kekuatan, dipimpin oleh Varang, seorang tsahik ahli api yang sulit ditaklukan. Mangkwan pun melancarkan serangan dahsyat yang memecah keluarga Sully dan menjerumuskan Pandora ke dalam konflik selanjutnya.
Sementara itu, di tengah upaya untuk bersatu, keluarga Sully harus menghadapi musuh lama Jake yang hadir lagi.
Secara garis besar, Film Avatar 3 Fire and Ash tidak lagi menonjolkan pertentangan antara manusia dan Na’vi saja. Ceritanya berkembang ke arah konflik internal antarbangsa Na’vi, dengan dinamika baru yang memperkaya alam Pandora.
Berikut Panduan untuk memahami cerita Avatar sebelum 'Fire and Ash':
1. "Avatar" (2009)
Film Avatar pertama ini sebagai pintu masuk ke dunia Pandora, tempat tinggal suku Na’vi. Mereka hidup selaras dengan alam. Ceritanya berawal dari sosok Jake Sully yang belajar memahami cara hidup dan nilai budaya mereka.
Di film ini, menonjolkan ketegangan antara manusia dan Na’vi sebagai konflik utama. Sikap Jake berperan besar dalam membangun dinamika hubungan kedua bangsa itu pada film-film selanjutnya.
Jake menggantikan posisi kakaknya dalam program ilmiah Avatar, yang membuat pengoperasian tubuh hibrida manusia-Na’vi, suoaya bisa berinteraksi langsung dengan penduduk Pandora.
Namun, terjadi benturan kepentingan ketika RDA berupaya menambang mineral langka bernama Unobtanium, sehingga mengancam tempat tinggal suku Omaticaya. Perjalanan Jake pun semakin kompleks setelah ia jatuh cinta pada Neytiri, sehingga membuatnya harus menentukan pilihan, antara memenuhi perintah militer atau membela bangsa Na’vi.
2. "Avatar: The Way of Water (2022)
Dalam Film Avatar: The Way of Water ber latar waktu sekitar sepuluh tahun setelah kisah film pertama (Avatar). Jake dan Neytiri kini hidup membangun keluarga sebagai pasangan.
Namun, ketentraman merrka terganggu karena ancaman dari manusia muncul lagi disertai dendam lama. Demi menyelamatkan keluarga dan klannya, Jake mengungsikan keluarganya ke pesisir dan mencari perlindungan pada klan Metkayina, kelompok Na’vi yang tinggal dan berkembang di kawasan laut.
Di sinilah film ini menampilkan pesona bawah laut Pandora. Selain itu ada penajaman karakter anak-anak keluarga Sully, yang menjadi ikon penting untuk film selanjutnya.
3. "Avatar: Fire and Ash (19/22/2025)
Film ketiga, Avatar: Fire and Ash ini, mengenai proses produksi dan ceritanya telah terungkap melalui berbagai media internasional.
Sam Worthington (Jake Sully) dan Zoe Saldana (Neytiri) kembali memerankan tokoh utama. Selain itu ada beberapa aktor baru yang diperkenalkan lewat promosi resmi.(Int/ant/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama