Hadapi Puncak Kemarau, Gumas Siagakan Personel dan Sarpras Karhutla

Arham Said • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 21:25 WIB
CEK SARPRAS : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong bersama Forkopimda melakukan pengecekan Sarpras penanggulangan Karhutla, usai pelaksanaan apel gelar pasukan di halaman kantor Bupati Gumas, Rabu (22/7/2026). FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT
CEK SARPRAS : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong bersama Forkopimda melakukan pengecekan Sarpras penanggulangan Karhutla, usai pelaksanaan apel gelar pasukan di halaman kantor Bupati Gumas, Rabu (22/7/2026). FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT

 

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar apel pasukan dan pengecekan sarana prasarana (sarpras) sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, BPBD, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya.

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong mengatakan apel tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sumber daya yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.

Baca Juga: DPRD Kalteng: Jangan Bergantung pada Transfer Pusat, Perkuat Fiskal Daerah

"Apel ini bukan sekadar seremoni, tetapi untuk memastikan seluruh personel dan sarana prasarana benar-benar siap menghadapi potensi karhutla dalam beberapa bulan ke depan," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau di Kabupaten Gumas diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Dalam tujuh bulan terakhir, tercatat 242 titik panas (hotspot) dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 121 hektare.

Menurutnya, langkah utama yang harus dilakukan adalah pencegahan sedini mungkin melalui patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, pemetaan wilayah rawan, pemasangan spanduk larangan membakar lahan, serta pembentukan pos komando di daerah rawan Karhutla.

Baca Juga: OJK Perkuat Literasi Keuangan di Sekolah, Guru Disiapkan Jadi Agen Edukasi

"Jika kebakaran dapat ditangani sejak awal sebelum meluas, proses pemadaman akan jauh lebih mudah. Karena itu, respons cepat menjadi kunci," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi menyatakan pihaknya mendukung penuh upaya pencegahan melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani.

Baca Juga: Permintaan Kredit Melejit 93 Persen, Bank Malah Perketat Pinjaman

"Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, dan sinergi seluruh pihak, kami berharap potensi karhutla dapat diminimalkan sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, maupun aktivitas ekonomi," pungkasnya. (arm/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
gumas sarpras kemarau satgas karhutla