KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak signifikan terhadap biaya operasional Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Kenaikan tersebut membuat biaya produksi air bersih meningkat hingga 50–60 persen, terutama pada sektor pengolahan dan distribusi.
Direktur Perumdam Maruang Duhung Gumas, Hendra Toendan, mengatakan kenaikan biaya terjadi pada sejumlah komponen operasional, seperti bahan kimia (tawas dan kaporit), pipa, serta biaya angkutan.
“Dampaknya terhadap beban biaya produksi air bersih naik mencapai 50–60 persen,” ujar Hendra, Kamis (28/5).
Ia menjelaskan, saat ini tarif air bersih yang dibayarkan pelanggan masih berada di kisaran Rp6.600 per meter kubik. Sementara itu, biaya produksi riil mencapai sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000 per meter kubik.
“Artinya kami masih memberikan subsidi kepada pelanggan,” katanya.
Meski terjadi peningkatan biaya produksi, Perumdam Maruang Duhung belum menaikkan tarif air bersih kepada masyarakat. Usulan penyesuaian tarif sebelumnya telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gumas dan dibahas bersama dewan pengawas, namun masih ditunda.
“Untuk sementara belum ada rencana kenaikan tarif karena harus ada persetujuan pemerintah daerah dan DPRD. Secara lisan diminta untuk ditunda,” jelas Hendra.
Ia menambahkan, kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi, sehingga penyesuaian tarif belum dapat dilakukan.
Di tengah tekanan biaya operasional, Perumdam Maruang Duhung tetap mencatat kinerja yang membaik. Berdasarkan audit kinerja tahun 2025, perusahaan daerah tersebut berada dalam kategori sehat, setelah sebelumnya sempat kurang sehat pada periode 2022–2024.
“Alhamdulillah kinerja perumdam sudah kategori sehat. Sejak 2022 sampai sekarang juga sudah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ujarnya.
Pencapaian tersebut dinilai menjadi indikator positif bahwa Perumdam Maruang Duhung tetap mampu menjaga tata kelola serta kualitas pelayanan kepada pelanggan di tengah kenaikan biaya operasional. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno