KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com — Tiga koperasi di Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), menunjukkan perkembangan signifikan melalui pengelolaan unit usaha mandiri berbasis ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Gumas, Supervisi Budi, menyebutkan ketiga koperasi tersebut, yakni Maangkat Utus di Desa Bereng Jun, Balawan Hapakat di Desa Taringen, dan Takaras Handep Hapakat di Desa Takaras.
Menurut dia, perkembangan koperasi tidak hanya ditopang kerja sama plasma dengan perusahaan perkebunan swasta (PBS), tetapi juga dari inovasi usaha mandiri. “Kerja sama yang baik dan pengelolaan yang tepat menjadi kunci agar koperasi terus berkembang,” ujarnya.
Berbagai unit usaha yang dijalankan meliputi toko serba ada, layanan BRILink, jasa angkutan buah kelapa sawit bekerja sama dengan PBS, serta penyediaan elpiji dan BBM. Ia menjelaskan, modal awal berasal dari pembagian hasil plasma, sedangkan keberlanjutan ditentukan oleh inovasi usaha.
Dari sisi aset, koperasi di Desa Taringen dan Bereng Jun telah memiliki gedung kantor permanen, aula pertemuan, truk angkutan, dan kendaraan operasional. Sementara itu, koperasi di Desa Takaras memiliki kendaraan roda tiga (tosa) untuk mendukung usaha dan berencana membangun kantor permanen pada 2026.
Supervisi Budi menambahkan, kemajuan tersebut merupakan hasil proses panjang sejak 2016, didukung pembinaan pemerintah daerah dan perusahaan mitra. Pemerintah juga terus mengingatkan pentingnya tata kelola koperasi yang baik, termasuk pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT) sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada anggota.
Ia berharap keberhasilan ketiga koperasi dapat menjadi contoh bagi koperasi lain dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. “Contoh praktik baik sudah ada di Kecamatan Manuhing,” katanya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno