Kebakaran besar di pemukiman padat penduduk di Jalan Dr Murjani, Gang Sari 45, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya pada Minggu (12/7) siang, menyisakan duka bagi warga yang terdampak. Sebagian besar korban menjadi pengungsi, dan sangat memerlukan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
------------------------
Diantara ratusan jiwa yang menjadi korban dampak kebakaran itu, tak sedikit dari kalangan anak-anak. Beruntung, mereka lebih dahulu diungsikan dari lokasi itu, pada saat peristiwa terjadi.
Warga yang kehilangan tempat tinggal untuk sementara mengungsi di posko darurat yang didirikan di halaman MTs Darul Ulum, Jalan Dr. Murjani Gang Sari 45. Sementara itu, kerugian materi akibat kebakaran itu ditaksir n mencapai sekitar Rp2 miliar, dan pendataan masih terus dilakukan.
Selain memerlukan tempat tinggal sementara, warga yang mengungsi sangat membutuhkan bantuan berupa pembalut, perlengkapan bayi, hingga pakaian layak pakai.
Berdasarkan pendataan sementara yang diperoleh dari RT setempat, sedikitnya 38 bangunan terbakar. Rinciannya, 36 bangunan terdiri dari 33 unit rumah, satu klinik bersalin, satu gedung MTs Darul Ulum, dan satu barak dua pintu.
Terdata pula, dampak kebakaran di RT 01 terdapat 20 rumah, satu barak, dan satu bangunan madrasah yang mengalami kerusakan berat. Sebanyak 24 kepala keluarga dengan total 89 jiwa terdampak.
Kemudian di RT 02, empat rumah dihuni empat kepala keluarga terdiri dari 15 jiwa, ikut terbakar. Sementara di RT 03, sebanyak 12 rumah dengan 37 kepala keluarga juga terdampak kebakaran, sehingga mengungsi.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka bakar ringan, yakni Ketua RT 01 H. Nawawi serta dua personel pemadam kebakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Baca Juga: Korsleting Diduga Picu Kebakaran Hebat di Palangka Raya, 25 Bangunan Ludes Jadi Arang
“Ratusan warga yang terdampak terpaksa mengungsi setelah rumah mereka ludes dilalap api. Di tengah kondisi tersebut, masih banyak kebutuhan pokok yang belum terpenuhi.Kami sangat membutuhkan bantuan berupa tenda, matras, selimut, pakaian layak pakai, perlengkapan makan dan mandi, perlengkapan bayi, pembalut, air minum, obat-obatan, hingga bantuan pengurusan dokumen penting yang ikut terbakar," ujar Nawawi.
Ia menambahkan, para korban saat ini masih menempati posko pengungsian di halaman MTs Darul Ulum sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah dan instansi terkait.
Sementara itu, Penyidik Polresta Palangka Raya masih mendalami penyebab kebakaran yang berada di belakang Hotel Rahman itu. Meski dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, polisi menegaskan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto menjelaskan, berdasarkan keterangan awal para saksi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian plafon atau atap dapur rumah milik Zakiah. Mengetahui kobaran api, penghuni rumah segera menyelamatkan anak-anaknya, sebelum meminta bantuan warga sekitar.
"Warga bersama Ketua RT sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, api dengan cepat membesar karena bangunan di kawasan tersebut sebagian besar berbahan kayu, berdempetan, ditambah cuaca panas dan keterbatasan sumber air," ujarnya.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.55 WIB, dengan kerja keras tim gabungan dari Pemadam Kebakaran Provinsi Kalteng, Damkar Kota Palangka Raya, AWC Sabhara Polda Kalteng, unit pemadam swadaya, serta para relawan.
Iyudi menambahkan, usai api berhasil dipadamkan, Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya satu meteran listrik dari puing rumah, satu lilitan kabel bekas terbakar, serta sampel abu arang untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, mendata korban, dan mengumpulkan berbagai barang bukti untuk memastikan sumber api.
"Seluruh kemungkinan masih kami dalami. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan Unit Inafis," tegas Iyudi.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kota dan instansi terkait agar penanganan para korban kebakaran berjalan optimal.
“Personel kepolisian juga melakukan pengamanan di lokasi pengungsian sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Semoga tidak terulang,” pungkas Iyudi. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama