Fasilitas Gratis, Dibuka sampai Arus Balik Jemaah
Di sekitar Kota Sampit, ada beberapa rest area berupa posko singgah disediakan komunitas warga. Khusus untuk mereka yang sedang dalam perjalanan menuju acara 5 Rajab atau Haul Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari) di Martapura, Kalimantan Selatan.
--------------------------
Jemaah Guru Sekumpul, Bebas Makan Durian Gratis Sepuasnya! "Ayo singgah dulu, jemaah Haul Abah Guru Sekumpul gratis gak usah bayar, makan durian sepuasnya," teriak seorang perempuan seraya menyetop kendaraan mobil pikap penuh penumpang yang diduga ingin menuju Martapura, dan melintas di Jalan Tjilik Riwut sekitar KM 2,5 Sampit, Kamis (25//12).
Sejak lapak dadakan itu dibuka jam 12.00 WIB, perempuan berusia 35 tahun ini tak henti-hentinya menawarkan durian asal Kalbar yang digratiskan khusus jemaah Haul Guru Sekumpul.
"Saya hanya ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk jemaah yang ingin berangkat menuju Haul Guru Sekumpul. Karena, saya tidak bisa berangkat ke sana. Boss kami hanya ingin minta berkah, khusus jemaah, uang tidak berlaku," ucap perempuan bernama Siti Khadijah itu.
Menurutnya, Durian yang digratiskan itu segar, dan baru datang. Jumlahnya mencapai ribuan, bahkan ada yang diangkut menggunakan truk fuso. Dan sebagian besar berasal dari wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).
Sementara itu, di tahun 2025 Haul Guru Sekumpul diperingati dua kali. Di awal tahun tepatnya 5 Januari 2025 bertepatan 5 Rajab 1446 Hijriah dan di akhir tahun tepatnya 25 Desember 2025 bertepatan 5 Rajab 1447 Hijriah, Kamis (25/12). Namun, puncak Haul Guru Sekumpul ke-21 itu, yang kini disebut 5 Rajaban itu akan digelar Minggu (28/12) di Musala Ar-Raudah Martapura.
Dari Kota Sampit, perjalanan jemaah menuju Martapura menempuh jarak sekitar 650 kilometer. Selain rest area yang menyediakan durian gratis, ada pula satu posko yang banyak dikunjungi jemaah, yakni di Jalan Tjilik Riwut KM 6, yang dinamakan Posko Singgah Sampit.
Ketua Relawan Posko Singgah Sampit Sufriadi mengatakan, posko sudah dibuka mulai Senin (22/12) sampai dengan Senin (29/12) hingga arus balik.
"Senin sudah ada yang melintas 70 unit rombongan mobil dari jemaah Kalbar, Lamandau dan Sukamara. Namun, pada hari itu kami hanya menyediakan hidangan teh hangat, air mineral dan roti," ungkapnya.
Melihat jemaah semakin ramai, pihaknya berinisiatif menyediakan logistik makanan berat mulai Selasa (23/12).Hidangan yang disajikan mulai dari Ketupat Kandangan, Soto Babat,Soto Banjar, Rawon, Bakso, Nasi Mandi, Minuman Hangat, Roti dan lain-lain.
"Posko dengan hidangan makanan minuman lengkap mulai dibuka Selasa pagi hingga Kamis ini. Rencana posko dibuka 24 jam," ujarnya.
Posko Singgah Sampit ini dimotori oleh 98 relawan yang sigap melayani pengunjung. Setiap jemaah yang selesai beritirahat melepas penat dan mengisi amunisi makanan, selalu didoakan selamat diperjalanan dan sampai tujuan.
"Semua makanan dan minuman di posko ini kami gratiskan. Ada wifi, ada layanan kesehatan, ada tempat istirahat, ada tempat salat, ada MCK. Pokoknya kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk para jemaah Guru Sekumpul," papar Sufriadi.
Pihaknya juga sangat berterima kasih kepada kebaikan masyarakat yang terus mendatangakan makanan dan minuman. Menurutnya ada yang menyumbangkan 1 ekor sapi, 500 kg beras, 500 dus air mineral, ratusan ekor ayam, puluhan kardus berisi roti dan masih banyak lagi yang disumbangkan dari masyarakat Kotim untuk para jemaah.
"Alhamdulillah kami bersyukur dengan kebaikan masyarakat Kotim yang ikhlas membantu bersedekah, padahal kami tidak mengajukan proposal. Masyarakat yang ingin membantu sumbang makanan dan minuman datang begitu saja dengan niatan sedekah membantu jemaah," imbuh Sufriadi.
Wakil Ketua Posko Singgah sampit Kaspul Anwar menambahkan, posko ini diinisiasi oleh Ustaz Samsudin atau dikenal dengan sebutan Guru Tanda yang merupakan murid dari Guru Sekumpul.
"Posko ini sudah pernah diadakan empat kali sejak 2018 dan sempat tidak dilaksanakan tiga tahun saat covid-19, kemudian diadakan di Januari dan akhi tahun Desember 2025," ujarnya.
Kecintaan yang luar biasa pada sosok ulama Guru Sekumpul, membuat mereka semangat dan tulus ikhlas menyediakan posko singgah.
"Guru Sekumpul tokoh ulama besar yang menjadi panutan. Semasa hidupnya, puluhan ribu jemaah menjadi muridnya termasuk Ustaz Samsudin. Sehingga, sanad keilmuannya sampai kepada kami," paparnya.
Diungkapkannya, jemaah yang singgah di posko ini sehari mencapai 1500 orang. Hingga hari keempat kemarin sudah lebih dari 5000 pengunjung yang datang. Pihaknya pun memprediksi, puncak jemaah menuju Martapura pada Jumat (26/12) dan Sabtu lusa.
Alan (52), salah satu pengunjung mengatakan, ini perjalanannya yang kelima. Ia bersama rombongan 12 unit mobil, berangkat dari Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat."Setiap tahun berangkat. Ingin berangkat karena tergerak hati dan yakin saja karena Guru Sekumpul tokoh ulama panutan umat Islam di Kalimantan," tukasnya.
Nasrudin (40) pengunjung lainya, mengaku sudah membantu memberangkatkan jemaah sejak tahun 2006 hingga 2025. "Dari tahun pertama Haul Guru Sekumpul sampai tahun 2025 ini, saya selalu berangkat. Kali ini saya membawa rombongan 200 orang naik 15 unit mobil dari Pangkalan Bun," terangnya.
Ia pun mengaku terharu dan berterima kasih atas kebaikan masyarakat Kotim yang telah menyumbangkan makanan dan minuman dan kepada relawan di posko itu.
"Masya Allah kami terharu, begitu luar biasa sambutan masyarakat Kotim untuk menyediakan makan minum dan juga pelayanan relawan juga sangat baik. Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan dan tahun yang akan datang bisa diadakan lagi posko seperti ini,” pungkasnya. (*/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama