Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ayo Bersepeda ke Tempat Kerja dan Sekolah .

Heru Prayitno • Minggu, 30 November 2025 | 05:00 WIB
Kasat Lantas Polres Kotim AKP Hariyanto bersama Direktur Radar Sampit Siti Fauziah, wartawan Radar Sampit Heru Prayitno, dan guru SMAN 1 Mentaya Hilir Utara Susilo Adi saat gowes Sabtu (29/11)
Kasat Lantas Polres Kotim AKP Hariyanto bersama Direktur Radar Sampit Siti Fauziah, wartawan Radar Sampit Heru Prayitno, dan guru SMAN 1 Mentaya Hilir Utara Susilo Adi saat gowes Sabtu (29/11)

 

Lebih Sehat, Tanpa Polusi, dan Hemat Energi

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat, Polres Kotawaringin Timur melalui Satuan Lalu Lintas mendorong hadirnya kembali budaya bersepeda di kalangan pelajar dan masyarakat umum.  

=============

Dengan pakaian dinas lengkap, AKP Hariyanto keliling Kota Sampit, Sabtu (29/11) pagi. Kasatlantas Polres Koti mini mengecek kondisi lalu lintas di perkotaan menggunakan sepeda. Dia juga  memastikan anggotanya stanby di berbagai persimpangan jalan yang padat kendaraan di pagi hari.  

Ketika melintas di Jalan Kapten Mulyono, sekitar markas Kodim Sampit, Hariyanto tiba-tiba berhenti. Dia menyempatkan diri untuk membeli kue untuk-untuk. Direktur Radar Sampit Siti Fauziah yang kebetulan melintas pun menghampirinya. Mereka mengobrol ringan sekitar aktivitas sepeda.

Pengamatan Radar Sampit selama ini, Kasatlantas Polres Kotim AKP Hariyanto menjadi salah satu sosok yang aktif mengampanyekan gerakan “Bike To School” dan “Bike To Work” sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan minim polusi.

Menurut AKP Hariyanto, kebiasaan bersepeda sejak dini dapat membentuk karakter pelajar yang sehat dan mandiri. Melalui program Bike To School, ia mengajak para siswa menjadikan sepeda sebagai pilihan transportasi utama saat berangkat ke sekolah.

“Bike To School atau bersepeda ke sekolah ini merupakan kegiatan positif yang mengajarkan para pelajar untuk hidup sehat. Budaya gerak merupakan kunci dari pola hidup sehat,” jelasnya.

Hariyanto menegaskan bahwa bersepeda bukan hanya menyehatkan, tetapi juga bisa menjadi kebiasaan yang kelak membentuk budaya baru di lingkungan sekolah.   

AKP Hariyanto berharap pemerintah daerah turut memfasilitasi sarana dan prasarana pendukung, seperti jalur sepeda dan rambu keselamatan. Ia menilai keberadaan infrastruktur sangat menentukan keberhasilan wacana ini.

Tak hanya pemerintah, pihak sekolah juga memiliki tugas untuk mengawasi keamanan siswa yang berangkat dengan sepeda.

“Kami harap sekolah agar memberikan pengawasan. Kami ingin anak-anak yang belum cukup usia dan belum memiliki SIM dapat bersepeda sebagai pilihan terbaik,” ujarnya.

Ia juga mengimbau pelajar yang belum memenuhi syarat mengendarai sepeda motor agar tidak memaksakan diri. “Daripada naik motor, kan bisa naik sepeda ke sekolah atau ke mana saja. Biar sehat semuanya,” tegasnya.

Satuan Lalu Lintas Polres Kotim akan terus melakukan edukasi tentang pentingnya budaya bersepeda sejak dini.

“Kami akan selalu menanamkan budaya serta cinta bersepeda kepada anak-anak, terutama untuk aktivitas berangkat ke sekolah, sampai mereka dewasa dan memahami manfaatnya,” tutur Hariyanto.

 Tidak hanya untuk pelajar, AKP Hariyanto juga mengajak masyarakat pekerja, baik di lingkungan pemerintahan maupun swasta, untuk mulai menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ke tempat kerja. Gerakan Bike To Work dapat berkontribusi pada penghematan bahan bakar, pengurangan polusi udara, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Sebelum memulai, Hariyanto mengingatkan pentingnya memastikan kondisi tubuh tetap sehat dan mempertimbangkan jarak antara rumah dan tempat kerja.
“Yang penting ada upaya kita untuk menggunakan kendaraan non-motoris. Supaya kita segar, udara bersih, tidak polusi, dan hemat energi,” ujarnya.

Sementara itu Siti Fauziah mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah rendahnya persentase masyarakat yang sehari-hari menggunakan sepeda untuk aktivitas.  Dia melihat tren bersepeda baru muncul saat akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. 

“Masyarakat masih menganggap sepeda sebagai alat rekreasi? Enggak apa-apa. Sejatinya sepeda adalah simbol kegembiraan. Kalau nanti mereka sudah merasa sepeda adalah sahabat terbaiknya, pasti akan dibawa ke mana-mana,” kata Siti Fauziah.

Lewat kampanye bersepeda ke sekolah maupun ke tempat kerja, Siti Fauziah berharap masyarakat dapat melihat sepeda bukan hanya sebagai alat rekreasi, tetapi juga pilihan transportasi yang aman, murah, dan menyehatkan.

”Gerakan kecil ini, dapat memberi dampak besar bagi lingkungan: udara lebih bersih, polusi berkurang, dan energi lebih hemat,” ujar lulusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya ini.

Dengan dukungan pemerintah, sekolah, dan masyarakat, budaya bersepeda di Kotawaringin Timur diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga bisa mewujudkan kota yang lebih sehat, bugar, dan berkelanjutan. (yit)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#sepeda #siti fauziah #bersepeda #polres kotim #kesadaran masyarakat #Kasatlantas Polres #Satuan lalu lintas