Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

DLH Kobar Upayakan Sampah Jadi Cuan, Gatal Tangan Lihat Sampah Plastik di Jalan

Koko Sulistyo • Sabtu, 28 Juni 2025 | 14:30 WIB
JADI CUAN: Proses penimbangan sampah oleh Bank Sampah induk binaan DLH Kobar, belum lama ini.
JADI CUAN: Proses penimbangan sampah oleh Bank Sampah induk binaan DLH Kobar, belum lama ini.

Sampah yang kerap dianggap barang tidak berguna, bisa menjadi ladang penghasilan bagi masyarakat untuk menambah belanja rumah tangga sehari-harinya. Selain cuan, hal itu juga berdampak baik bagi lingkungan.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

Perjalanan pulang dari sebuah desa beberapa waktu lalu, mencetuskan ide bagi sejumlah pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat.

Mereka melintasi jalur yang kotor dengan sampah bertebaran, meski ruas tersebut merupakan jalan utama menuju Kota Pangkalan Bun dari arah pesisir.

Berbekal pemandangan tersebut, pejabat DLH yang sebagian besar para ibu itu merasa tertantang membuat tumpukan sampah menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar.

Motivasi yang tertanam kuat diwujudkan dalam membentuk Bank Sampah dengan anggotanya kelompok pengelola sampah di lingkungan masyarakat masing-masing.

Selain mampu mengubah wajah lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, kegiatan itu juga mampu menjadikan sampah sebagai ladang uang untuk menambah penghasilan para ibu rumah tangga.

Secara berkala ibu-ibu di masing-masing kelompok pengelola sampah menyetor kepada bank sampah induk, yang kemudian akan datang menimbang dan membayar sampah yang ditelaah dipilih dan dipilah oleh kelompok.

Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kobar Nurliani mengatakan, melalui keberadaan Bank Sampah binaan DLH, diharapkan tidak ada lagi sampah-sampah yang terbuang sia-sia. Terkecuali sampah yang benar-benar tidak bisa diolah.

”Sampah dikumpulkan oleh anggota atau masyarakat, kemudian sampah dipilah, dan disesuaikan dengan jenisnya," ujarnya.

Dia menuturkan, dengan pengambilan sampah ke kelompok dua pekan sekali, pada penimbangan perdana, anggota kelompok ada yang memperoleh Rp35 ribu per orang. Kemudian meningkat menjadi Rp100 ribu.

Pendapatan masing-masing anggota dan kelompok berbeda-beda. Tergantung banyak sedikitnya sampah yang telah dipilah dan dihasilkan oleh masing-masing kelompok.

Menurutnya, lahirnya Bank Sampah lahir dari keresahan ketika melihat sampah yang seharusnya bernilai, hanya menjadi tumpukan di pembuangan sampah liar. Hal itu juga tidak sehat bagi lingkungan.

Saat ini hampir seluruh wilayah, baik kelurahan dan desa telah terbentuk kelompok pengelola sampah dan Bank Sampah binaan DLH Kobar.

”Kami tim DLH kalau melihat banyak sampah plastik di jalan, menjadi gatal tangan untuk memungutnya. Semoga masyarakat kita sadar tentang kebersihan mulai dari rumah kita,” tegasnya.

”Harapannya tidak ada lagi yang membuang sampah sembarang. Sampah harus selesai dari rumah kita sendiri," katanya. (***/ign)

Editor : Gunawan.
#bank sampah #DLH Kobar