Radarsampit.jawapos.com – Negara-negara Skandinavia, yaitu Norwegia, Finlandia, Denmark, dan Swedia merupakan negara maju sekaligus salah satu tempat ternyaman di dunia. Punya ciri khas sebagai pengembang teknologi ramah lingkungan.
Namun, di balik itu semua, penduduknya tidak selalu gila kerja. Pemerintah lebih mendorong kehidupan humanis.
Ada tradisi khas di Swedia yang disebut fika. Bertemu sambil minum kopi atau (kadang-kadang) minum teh, ditemani sesuatu yang manis seperti roti gulung kayu manis.
Fika sendiri telah menjadi ritual rehat kopi khas Swedia.
Ini adalah komponen penting dalam bersosialisasi dan menjaga keadaan relaksasi di siang hari dan di sela-sela pekerjaan di Swedia.
Pekerja di Swedia tentu saja berpikir demikian. Di sana, kehidupan kerja telah lama berputar di sekitar fika.
Sebuah ritual sekali atau dua kali sehari, di mana rekan kerja menyingkirkan ponsel, laptop, dan obrolan apa pun di toko untuk lebih fokus berinteraksi dan menghangatkan hubungan dengan sesama.
Karyawan Swedia dan manajer mereka mengatakan tradisi budaya ini membantu mendorong kesejahteraan, produktivitas, dan inovasi karyawan dengan menjernihkan pikiran dan menumbuhkan kebersamaan.
Di tempat kerja, biasanya memiliki dua waktu istirahat fika per hari. Satu di pagi hari dan satu di sore hari.
Di waktu-waktu tersebut, adalah waktunya Fika, mengobrol ringan dan membicarakan hari kami.
Momen-momen ini dianggap sebagai momen kesenangan dan relaksasi.
Seorang majikan yang tidak mentraktir karyawannya untuk minum kopi akan dianggap pelit.
Pada hari Jumat sore, biasanya fika diadakan lebih besar. Dalam konteks ini, sangat wajar untuk membicarakan topik apa pun yang Anda sukai.
Umumnya, ini dilakukan secara satu lawan satu atau setidaknya dalam kelompok yang lebih kecil.
Tradisi modern di Swedia ini menunjukkan bagaimana keseimbangan kehidupan sangat diperlukan untuk meraih tujuan lebih efektif dan efisien, menghangatkan solidaritas, dan mengurangi stress pastinya.
Tentunya karakter ini berbeda dengan negara maju di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan yang lebih menuntut. (sbn)
REFERENSI: The Coffee Capital, IKEA, Swedish Culture,Wikipedia
Editor : Gunawan.