Radarsampit.jawapos.com – Pengetahuan seksual di masyarakat terbilang masih cukup tabu.
Hal ini seringkali menjadi kendala untuk mengidentifikasi penyakit yang ditimbulkan dari aktivitas seksual.
Banyak yang merasa malu untuk menceritakan bahkan memeriksakan ke dokter.
Padahal, diantaranya beresiko menyebabkan kematian, seperti virus HIV.
Penyakit seksual ini ibarat fenomena gunung es, yang artinya lebih banyak dipendam masyarakat daripada yang dilaporkan dan diperiksakan.
Hal ini karena masyarakat sebagian besar beranggapan kedua penyakit disebabkan oleh perilaku menyimpang dan melanggar norma masyarakat.
Padahal kedua penyakit seksual ini tidak semuanya disebabkan perilaku yang menyimpang.
Dua penyakit seksual yang sering dialami adalah sifilis dan gonore.
Seringkali keduanya diidentifikasikan sebagai satu penyakit yang sama.
Sifilis dan gonore sama-sama merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang sering dianggap sama.
Namun, penyakit seksual ini sebenarnya disebabkan dua penyebab yang berbeda.
Gonore disebabkan bakteri neisseria gonorrhoeae, sedangkan sifilis disebabkan bakteri treponema pallidumdi.
Keduanya memiliki perebedaan lain dalam hal cara penularan, gejala, dan pengobatannya.
Penularan
Sifilis biasanya ditularkan melalui kontak kulit dengan luka yang disebut chancre pada alat kelamin, mulut, bibir, anus, atau kulit.
Gonore menular melalui cairan seksual, seperti air mani, cairan vagina, atau precum, saat berhubungan intim, seks anal, seks oral, atau berbagi mainan seks.
Gejala
Gejala sifilis meliputi luka atau bisul yang tidak menimbulkan rasa sakit pada alat kelamin atau daerah yang terinfeksi, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, luka di dalam atau sekitar mulut atau alat kelamin, demam, dan/atau nyeri otot dan sendi.
Gejala gonore meliputi nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, keinginan untuk buang air kecil lebih dari biasanya, keputihan yang tidak biasa, pendarahan vagina di antara menstruasi, nyeri saat berhubungan seks, nyeri di perut, dan demam.
Perlakuan
Sifilis diobati dengan antibiotik, biasanya suntikan penisilin. Gonore diobati dengan suntikan antibiotik ceftriaxone intramuskular satu kali, biasanya di bokong.
Sifilis paling mudah menyebar pada tahap awal penyakit, hingga dua tahun setelah infeksi.
Gonore seringkali tidak menimbulkan gejala sehingga mudah menulari pasangannya tanpa disadari. (sbn)
Referensi: Ending HIV, Washington Townshp, The Conversation, Alodokter
Editor : Gunawan.