Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ini Perbedaan antara Hipnotis dan Gendam serta Cara Menghindarinya

Agus Jaka Purnama • Rabu, 30 Oktober 2024 | 21:00 WIB
ilustrasi gendam dan hipnotis
ilustrasi gendam dan hipnotis

 Radarsampit.jawapos.com - Perbedaan keduanya adalah pada kehendak orang yang akan dipengaruhi. Dalam hipnotis, orang yang akan dihipnotis harus mau, sedangkan dalam gendam orang yang tidak mau tetap bisa dipengaruhi.

Selain itu, orang yang terhipnotis masih sadar dan akan bertindak sesuai norma yang berlaku di masyarakat.

Hipnotis lebih dikenal sebagai western style yang menggunakan kekuatan verbal, sedangkan gendam tergolong sebagai tradisional hipnotis.

Hipnotis bekerja dengan mengubah aktivitas di otak yang berhubungan dengan kewaspadaan atau perhatian. Saat terhipnotis, orang akan mengalami peningkatan fokus dan konsentrasi, serta relaksasi ekstrem.

Dalam hipnotis, individu yang akan dihipnotis harus mau. Semakin orang tersebut bersedia dihipnotis, maka dia akan lebih cepat berada dalam pengaruh. Namun, bila orang tersebut tidak mau, hipnotis tidak akan bisa.

 Sementara untuk gendam, orang yang tidak bersedia pun tetap bisa dipengaruhi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gendam adalah mantra atau guna-guna untuk menguasai dan mengendalikan kesadaran orang lain.

Sementara itu, dalam Kamus Lengkap Indonesia-Inggris oleh Alan M Stevens, gendam diartikan sebagai pengetahuan untuk merapal mantra.

Berhubung gendam berpotensi dijadikan sarana tindak kriminal, dilansir Jurnal Sosiologi berjudul Ilmu Gendam: Tinjauan Etnografi dan Kejahatan di Indonesia oleh Fakhri Usmita dan Rispa Sari, gendam adalah teknik memanipulasi kesadaran atau pikiran seseorang. Ilmu gendam disebarkan secara eksklusif dan sembunyi-sembunyi.

Ilmu gendam sendiri memiliki bermacam-macam cara dalam eksekusinya. Caranya bergantung dengan bagaimana si pemilik ilmu gendam melakukan kontak pertama dengan korban. Misalnya, dengan cara membuat target kaget, bengong, kagum, heran, dan sedih.

Beberapa cara menghindari Gendam dan Hipnotis

  1. Yakin dengan Diri Sendiri

Kejahatan hipnotis tidak akan mempan kepada orang yang menolak pengaruhnya. Pasalnya, seluruh proses hipnotis adalah seseorang mensugesti diri sendiri (self hypnosis). Karenanya, rasa takut seseorang akan dimanfaatkan oleh si penghipnotis.

  1. Curiga dan Waspada pada Orang Lain

Seseorang harus waspada sekaligus mencurigai orang-orang yang tiba-tiba datang mendekati. Ketika teknik komunikasi yang persuasif dari penggendam sedang dilontarkan, anda sebaiknya berpindah dari tempat tersebut dan mengalihkan perhatian.

  1. Waspada atas Tatapan Mata Langsung dan Tepukan di Bagian Tubuh

 Menepuk balik, kepada orang tak dikenal atau orang asing, diyakini banyak orang sebagai jurus melawan hipnotis atau gendam. Para ahli hipnotis juga membenarkan metode ini untuk menyadarkan kita.

  1. Sibukkan Pikiran

Berdiri di tempat kosong, terlebih saat sendirian, sangat berbahaya. Sebab, dalam kondisi demikian, pikiran seseorang akan kosong alias bengong. Hal ini menyebabkan alam bawah sadar terbuka lebar dan mudah tersugesti.

  1. Perhatikan Rasa yang Aneh

Perasaan mengantuk, mual, pusing, atau dada sesak secara tiba-tiba adalah hal ganjil. Bisa jadi, rasa-rasa tersebut hadir karena seseorang berusaha melakukan telepathic forcing. Cara mengatasinya adalah dengan segera berdoa menurut agama dan keyakinan.

  1. Hindari Perilaku Latah

Menurut KBBI, latah adalah perilaku meniru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang lain. Orang dengan perilaku seperti ini sebaiknya selalu bepergian dengan teman. Pasalnya, latah adalah kebiasaan yang bisa membuka alam bawah sadar untuk mengikuti perintah.

  1. Jauhi Kelompok Orang yang Tiba-tiba Mengerumuni

Di samping dikerjakan secara individu, seorang penggendam juga bisa beraksi dalam kelompok. Oleh karena itu, bila detikers tiba-tiba dikerumuni orang tak dikenal tanpa alasan jelas, segeralah pergi menuju keramaian. Bila perlu, lapor juga kepada petugas keamanan terdekat.

  1. Perintahkan Diri Sendiri untuk Sadar

Saat anda merasa memasuki kesadaran yang berbeda, sesegera mungkin, perintahkan diri untuk sadar atau bangun. Salah satu caranya adalah dengan meniatkan, "Saya sadar dan saya normal sepenuhnya. (int/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#otak #masyarakat #Ekstrem #Bengong #gendam #hipnotis #waspada #hindari #kesadaran #Dipengaruhi #cara menghindari #perbedaan