Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mengenal Hipnotis dan Kenapa Otak Bisa Terhipnotis

Agus Jaka Purnama • Rabu, 30 Oktober 2024 | 20:30 WIB
ilustrasi-hipnotis
ilustrasi-hipnotis

Radarsampit.jawapos.com - Hipnotis, bisa diibaratkan pedang bermata dua dan dapat memberikan dampak yang positif dan negatif, tergantung dari siapa yang menggunakannya.

Apabila digunakan oleh orang yang baik, hipnotis bisa memberikan banyak manfaat. Seperti dalam psikologi. Bisa untuk mengatasi gangguan kecemasan, fobia, mengendalikan stress, atau mengatasi rasa sakit.

Sementara jika digunakan oleh orang yang salah, hipnotis bisa menjadi metode kejahatan penipuan dan perampokan.

Di sejumlah daerah di Indonesia, kejahatan seperti ini termasuk populer. Padahal, tidak semua orang bisa terhipnotis dengan mudah.

Mengapa manusia bisa terhipnotis?

Kita sebenarnya sering mengalami hipnotis dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, kita sering tidak menyadarinya karena memang belum pernah berada dalam keadaan terhipnotis sebelumnya.

Salah satu contoh hipnotis dalam kehidupan sehari-hari,  seperti saat kita sedang mengemudi kendaraan. Ketika itu kita mungkin pernah melupakan semua yang sudah dilewati dalam tiga kilometer terakhir.

Keadaan ini menunjukan bahwa otak sedang berada dalam keadaan terhipnotis dan ini merupakan bagian dari perawatan rutin yang dilakukan oleh otak manusia.

Hipnotis pada dasarnya bekerja dengan mengubah aktivitas di otak yang berhubungan dengan kewaspadaan atau perhatian.

Saat kita sudah berada dalam pengaruh hipnotis, tingkat konsentrasi dan fokus jadi berlipat ganda sehingga jadi lebih mudah menerima sugesti.

Dengan begitu, tujuan awal hipnotis jadi mudah tercapai karena sasarannya sedang berada dalam kondisi fokus yang tinggi dan jadi lebih terbuka pada berbagai sugesti, apabila dalam keadaan normal, mungkin akan kita abaikan.

Karena itu, saat berada dalam keadaan terhipnotis, kita mungkin saja mengikuti semua hal yang disuruh oleh pihak yang menghipnotis. Misalnya jika kita perokok dan ingin berhenti merokok, setelah dihipnotis kita bisa saja percaya bahwa rokok adalah hal yang amat sangat buruk.

Kondisi Otak Saat Dihipnotis

Para peneliti di Harvard telah mempelajari otak 57 orang yang sedang terhipnotis. Mereka pun menemukan bahwa selama hipnotis berlangsung dua area otak yang berfungsi untuk memproses serta mengendalikan yang terjadi pada tubuh memiliki aktivitas yang lebih besar.

Sementara itu, di area otak yang bertanggung jawab mengatur tindakan yang dilakukan tubuh, serta area yang membantu menyadari tindakan tersebut justru terputus.

Artinya, ketika kita berada dalam pengaruh hipnotis, sebenarnya kita tahu apa yang sedang terjadi, namun tubuh kita tidak bisa memberikan respon yang diinginkan.

Penelitian yang dilakukan di Friedrich Schiller University di Jerman,  juga menemukan hasil yang serupa. Barbara Schmidt, salah satu peneliti dari studi tersebut mengatakan, ada penurunan yang ekstrim pada aktivitas otak saat seseorang berada dalam pengaruh hipnotis.

Kesimpulannya, menurut penelitian tersebut, hipnotis memang bisa mempengaruhi cara kerja otak manusia namun pengaruhnya pada aktivitas saraf masih belum begitu jelas.

 Namun dibalik itu, ternyata ada sekitar 25persen orang yang tidak mudah dihipnotis. Menurut dr. David Spiegel, seorang spesialis kesehatan jiwa, profesor psikiatri dan ilmu perilaku dari Universitas Stanford, ada perbedaan pada area otak orang-orang yang sulit dihipnotis dengan mereka yang mudah dihipnotis.

Pada orang yang sulit dihipnotis, aktivitas dalam area aktif yang berhubungan dengan kontrol eksekutif serta perhatian cenderung lebih sedikit. Sementara pada mereka yang lebih mudah dihipnotis, bagian kontrol eksekutif serta pemusatan perhatian di area otak justru jadi lebih besar.

Dengan kata lain menurut dr. Spiegel, hipnotis lebih mungkin diterapkan pada orang-orang yang lebih mudah berkonsentrasi dalam satu hal pada satu waktu, dibanding orang yang sulit berkonsentrasi. Artinya, anggapan tentang orang yang sulit berkonsentrasi lebih mudah dihipnotis itu keliru.(int/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#fokus #otak #jerman #Negatif #hipnotis #fobia #berkonsentrasi #Dihipnotis #psikiatri #penelitian #stress #Kejahatan #kecemasan #sugesti #profesor #manusia #positif