Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Benua tanpa Manusia, Cuaca Musim Panas Minus 10 Derajat Celcius

Sabrianoor • Selasa, 8 Oktober 2024 | 19:50 WIB
Dataran Antartika.
Dataran Antartika.

Radarsampit.jawapos.com – Jika ada daratan di bumi yang bisa sebebas mungkin ditinggali, mungkin Benua Antartika jawabannya.

Benua yang terletak tepat di kutub selatan bumi ini hampir tidak berpenghuni dan tidak berpemilik.

Iklim yang sangat dingin menjadi alasannya. Selain itu, setiap negara besar sudah menandatangani perjanjian yang memperuntukkan benua untuk pusat riset.

Tidak ada pangkalan militer maupun hal-hal yang bisa dibayangkan di dataran beriklim biasa ada di sana.

Penghuni tetapnya hanyalah sekelompok penguin. Namun, jika Anda bisa bertahan hidup di kisaran suhu antara minus 10 derajat Celcius hingga minus 80 derajat Celcius, tidak akan ada yang melarang Anda membuat bangunan dan tinggal di Antartika.

Dengan luas sekitar 540.000 mil persegi, 98 persen Antartika ditutupi oleh lapisan es berusia 40 juta tahun. Kira-kira seukuran Amerika Serikat.

Benua yang terisolasi ini tetap tidak berpenghuni oleh manusia dan sebagai gantinya, bentang alam beku tersebut menjadi rumah bagi koloni Penguin Kaisar yang jumlahnya mencapai jutaan, burung albatros raksasa, 6 spesies anjing laut, dan paus yang bermigrasi melalui saluran yang diapit gunung es setiap tahun.

Mengunjungi bentang alam yang luas dan tak tersentuh ini bisa jadi sangat melelahkan.

Dari lapisan es yang sangat besar, puncak gunung yang mengguncang, dan gletser yang luar biasa, Antartika memberi setiap orang yang menemukan pedalamannya yang terpencil sebuah perspektif baru tentang manusia versus alam.

Biasanya Antartika dikunjungi para ilmuwan peneliti perubahan iklim ketika musim panas di belahan bumi bagian selatan.

Kunjungan biasanya dilakukan di bulan November hingga Februari, ketika suhu di Antartika berkisar minus 10 derajat Celcius, yang masih bisa diadaptasi oleh sebagian manusia.

Namun, saat musim dingin, suhu rata-rata berkisar minus hingga 80 derajat Celcius yang hampir mustahil ditaklukkan manusia.

Rute perjalanan ke Afrika biasa melalui 2 jalur , yaitu melalui kota paling selatan di Bumi, Ashuaia (Argentina) ataupun Buenos Aires serta juga bisa melalui Cape Town ( Afrika Selatan).

Rute tersebut membagi dua kepentingan perjalanan, biasanya dari Argentina atau Cile untuk kepentingan para peneliti sedangkan dari Cape Town untuk kepentingan 'Travelling'.

Seorang youtuber asal Yordania, Joe Hat Tab pada awal Tahun 2024 melalui channel youtubenya merekam perjalanannya ke Antartika.

Bermula ia mendapatkan undangan dari sebuah perusahaan travelling, untuk ikut dalam tour traveling ke Antartika melalui Cape Town.

Bukan main senang dirinya berkesempatan ada di perjalanan ke ujung selatan Bumi, karena tiket biasanya berharga hingga puluhan ribu Dollar AS.

Para penumpang pun adalah orang-orang terkaya diantara yang paling kaya dan perjalanan ke Antartika bukanlah perjalanan yang biasa.

Tidak setiap saat, tidak setiap waktu dan tidak semua orang kaya yang haus pengalaman pun berkesempatan.

Sebelum berangkat ke Antartika, di Cape Town ia menjalani serangkaian uji fisik diantaranya simulator suhu Antartika.

Penunpang akan diberikan gambaran nyata bagaimana dinginnya suhu di sana.

Sebuah ruang khusus dengan suhu berkisar minus 20 derajat Celcius akan dimasuki para calon penumpang. Jika sanggup, maka perjalanan akan dilanjutkan.

Tibalah dimana hari penerbangan dilakukan, sebuah pesawat super besar dipilih khusus dalam perjalanan ini.

Pesawat terbesar dipilih agar memungkinkan kapasitas bahan bakar yang dimilikinya mampu berbalik arah ke Cape Town, mengingat tidak adanya bandara di rute Cape Town- Antartika. Joe sudah bersiap dalam perjalanan selama 6 jam di pesawat.

Banyak hal yang penumpang lakukan selama di pesawat, selain semakin menambah lapisan jaket tebal, penumpang juga mengoleskan tabir surya di kulit tubuhnya.

Hal ini dikarenakan Antartika adalah tempat minim awan dan sinar matahari di musim panas Antartika dapat membakar langsung kulit tubuh.

Penumpang juga mempersiapkan kacamata hitam, karena matahari bersinar lebih terang di Antartika ditambah pantulan es.

Pesawat akhirnya tiba di landasan pacu es yang sudah dipersiapkan petugas musiman yang terlebih dulu ada di sana.

Joe turun, dan kakinya pertama kali menjejakkan di dataran paling selatan Bumi.

Nuansa pemandangan biru dan cahaya yang menyilaukan terhampar luas di Antartika.

Tentunya juga suhu dingin Antartika di Musim Panas. Dirinya berjalan-jalan dan berada selama 12 jam di Antartika sebelum kembali ke Cape Town.

Perjalanan jika terus melalui tengah Antartika akan menembus bagian selatan Bumi lainnya, seperti Australia dan Selandia Baru.

Sayangnya, karena faktor keselamatan, otoritas iklim melarang melewatinya. (sbn)

Referensi: Chanel Youtube Joe Hattab, Wikipedia. Org, KerDowney. Africa

Editor : Gunawan.
#antartika #iklim #kutub selatan