Radarsampit.jawapos.com - Mimpi basah merupakan fenomena alami yang sering dialami, terutama oleh laki-laki yang ditetapkan berjenis kelamin laki-laki sejak lahir (AMAB), dan biasanya terjadi selama masa pubertas.
Banyak orang mungkin terbangun dengan seprai yang basah atau lengket setelah mengalami mimpi basah.
Meskipun hal ini bisa membuat seseorang merasa canggung, sebenarnya mimpi basah adalah bagian dari perkembangan tubuh yang normal.
Apa Itu Mimpi Basah?
Dalam dunia medis, mimpi basah disebut sebagai emisi nokturnal. Kata "nokturnal" merujuk pada peristiwa yang berlangsung saat seseorang tertidur di malam hari, sedangkan "emisi" mengacu pada keluarnya air mani secara tidak sadar melalui ejakulasi.
Mimpi basah biasanya paling sering dialami selama masa remaja atau dewasa muda, namun beberapa orang dapat mengalaminya hingga usia dewasa.
Kapan Mimpi Basah Mulai Terjadi?
Sebagian besar individu AMAB mulai mengalami mimpi basah pada masa pubertas.
Pada fase ini, kadar hormon, terutama testosteron, mengalami peningkatan yang signifikan.
Perubahan fisik seperti pertumbuhan rambut tubuh, suara yang menjadi lebih dalam, dan peningkatan tinggi badan menjadi ciri khas pubertas.
Selain itu, tubuh juga mulai memproduksi sperma dan mengalami ereksi, yang merupakan bagian dari proses perkembangan seksual.
Apa yang Menyebabkan Mimpi Basah?
Mimpi basah terjadi saat seseorang bermimpi tentang hal-hal yang membangkitkan gairah seksual saat tidur.
Proses ini sering terjadi selama fase REM (rapid eye movement) dalam siklus tidur. Selama fase ini, individu AMAB wajar mengalami ereksi.
Jika mimpi tersebut bersifat menggoda, terkadang hal ini dapat berujung pada ejakulasi.
Tidak jarang, orang yang mengalami mimpi basah merasa bingung atau kesulitan untuk mengingat mimpi tersebut.
Beberapa bahkan terbangun dengan perasaan bahwa mereka akan mengompol. Semua ini adalah reaksi yang sepenuhnya normal dan tidak perlu menimbulkan rasa malu.
Bisakah Mimpi Basah Dicegah?
Meskipun mimpi basah mungkin terasa mengganggu, penting untuk memahami bahwa tidak ada cara yang terbukti efektif untuk mencegahnya.
Mengganti seprai atau membersihkan setelah terjadinya mimpi basah bisa jadi menjengkelkan, tetapi ingatlah bahwa ini adalah bagian alami dari perkembangan seksual.
Merangkul pengalaman ini sebagai sesuatu yang normal dapat membantu mengurangi rasa malu atau cemas yang mungkin muncul.
Mimpi basah adalah pengalaman umum dan normal bagi laki-laki selama masa remaja dan dewasa muda.
Memahami proses ini dan mengakui bahwa tidak ada yang salah dengan mengalaminya adalah langkah penting dalam perkembangan pribadi.
Dengan pengetahuan ini, diharapkan pembaca dapat lebih menerima dan memahami pengalaman mimpi basah sebagai bagian dari perjalanan menuju kedewasaan. (*)
Editor : Slamet Harmoko