Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pagpag, Makanan Daur Ulang di Filipina, Kemiskinan Memaksa Mereka Terus Konsumsi Makanan Berbahaya

Sabrianoor • Selasa, 1 Oktober 2024 | 19:35 WIB
PAGPAG: Makanan hasil daur ulang di Filipina yang berbahaya bagi kesehatan.
PAGPAG: Makanan hasil daur ulang di Filipina yang berbahaya bagi kesehatan.

Radarsampit.jawapos.com – Kita seharusnya bersyukur atas kemewahan sederhana yang kita miliki, seperti makanan yang sederhana, namun bersih dan bergizi.

Banyak orang kurang mampu telah mengadopsi metode bertahan hidup yang bahkan lebih buruk. Salah satunya dengan memakan sisa makanan yang sudah dibuang.

Di Filipina, ada sebuah makanan yang dibuat dari proses daur ulang, yaitu Pagpag.

Secara lebih sederhana, ini adalah hidangan yang terbuat dari sisa-sisa makanan yang ditemukan di tempat sampah dan tempat pembuangan sampah. Setelah dibuang tentunya.

Menurut Social Inovation Philipinnes, makanan ini digambarkan sebagai hidangan penting bagi masyarakat paling miskin dan solusi tragis untuk krisis kelaparan di Filipina.

Pada dasarnya, hal ini sudah menjadi kebiasaan pada masyarakat kurang mampu Filipina.

Mencari sisa makanan dan daging dari tempat pembuangan sampah untuk dicuci, dimasak, dimakan, dan dijual sebagai makanan pokok di antara masyarakat termiskin.

Berdasarkan laporan India Today, sekantong Pagpag bisa berharga mulai dari 20 Peso hingga 30 Peso, yang bisa dijangkau kantong masyarakat miskin di Filipina.

Pagpag cukup rutin dikonsumsi karena ketidakmampuan mereka membeli makanan yang layak.

Hal yang paling menyedihkan, dalam upaya makan untuk bertahan hidup, mereka mempertaruhkan kesehatan dan nyawa, karena seringkali sisa makanan yang diolah Pagpag disemprotkan disinfektan sebelum dibuang.

Hal ini berbahaya bagi kesehatan. Bahkan, bisa menyebabkan kematian.

Komisi Anti Kemiskinan Nasional (NAPC) juga telah menyampaikan risiko mengonsumsi Pagpag.

”Anda tidak dapat melihat bakteri. Anda tidak dapat melihat seberapa kotor makanan hanya dengan melihatnya. Pagpag tidak bergizi. Kita dapat mengatakan bahwa hal itu berdampak pada terhambatnya pertumbuhan pada anak-anak. Selain itu, mereka berisiko tertular penyakit kritis seperti hepatitis A, kolera, tifus,” kata seorang pejabat teknis senior NAPC, Cristopher Sabal.

Berbagai institusi medis di Filipina sudah sering melaporkan warga yang mengalami penyakit karena Pagpag. Bahkan, beberapa di antaranya akhirnya meninggal.

Masyarakat miskin di Filipina bukan tidak mengetahui risikonya. Mereka tidak ada pilihan lain.

Kesulitan ekonomi memaksa mereka terus mengkonsumsi makanan berbahaya itu.

Sungguh menyayat hati mengetahui ada orang di luar sana yang harus melakukan upaya seperti itu untuk menahan rasa lapar. (sbn/ign)

Referensi: ELA, World of Buzz, India Today, Wikipedia

Editor : Gunawan.
#filipina #makanan #kemiskinan #Pagpag