Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Eksperimen 'Gila' Ilmuwan, Bekukan Mayat sampai Ditemukan Teknologi untuk Dihidupkan Lagi

Sabrianoor • Minggu, 22 September 2024 | 19:38 WIB
PEMBEKUAN: Tabung penyimpanan jenazah yang dibekukan secara krionika.
PEMBEKUAN: Tabung penyimpanan jenazah yang dibekukan secara krionika.

Radarsampit.jawapos.com - Perkembangan eksperimen medis dan bioteknologi terhadap manusia bisa dibilang merupakan cara kontroversial para ilmuwan untuk menembus batas kodrat manusia itu sendiri.

Ada yang berhasil seperti Surogasi Gestasional, di mana seorang wanita bisa mengandung anak yang tidak memiliki ikatan genetik, serta ada yang masih belum, seperti percobaan spesies baru dari kawin silang manusia dan kera.

Salah satu hal kontroversial lainnya adalah manusia mencoba mengambil alih kuasa Tuhan dengan menghidupkan orang yang telah mati. Salah satu eksperimen tersebut dinamakan Krionika.

 

Apa Itu Krionika?

Dilansir dari RNZ, sebuah jurnal ilmiah di Selandia Baru, disebutkan bahwa istilah krionika ini digunakan untuk menggambarkan gagasan bahwa kita dapat membekukan tubuh manusia dan menghidupkannya kembali di kemudian hari.

Diketahui orang-orang telah mencoba mengawetkan tubuh manusia dengan cara membekukannya sejak akhir tahun 1900-an.

Orang pertama yang melakukan kriopreservasi adalah Dr James Bedford pada tahun 1967.

Sekitar 250 orang telah diawetkan di AS, dan 1.500 orang lainnya telah membuat pengaturan agar hal ini dilakukan saat mereka meninggal.

 

Cara Kerja

Jenazah yang baru meninggal harus didinginkan terlebih dahulu hingga suhu di jauh di bawah nol derajat celcius.

Cairan tubuh selanjutnya diganti dengan cairan krioprotektan untuk membantu mengawetkannya. Kemudian, tubuh dibekukan perlahan dengan nitrogen cair.

Jenazah kemudian dipindahkan ke ruang khusus di mana ia dipompa dengan cairan antibeku untuk membantu melindungi sel-selnya.

Jenazah dibungkus dengan sesuatu seperti kantong tidur berisi es kering, sehingga suhunya turun hingga minus dibawah nol derajat celcius.

Setelah jenazah dipindahkan ke fasilitas khusus lagi, nitrogen cair digunakan untuk menurunkan suhunya lebih lanjut.

Jenazah kemudian ditaruh terbalik dalam wadah penyimpanan vakum.

 

Jenazah Krionika

Di tengah-tengah antara Sydney dan Melbourne di kota kecil Holbrook, terdapat sesosok tubuh yang membeku. Mungkin akan tetap seperti itu untuk beberapa saat.

Jasad seorang pria berusia 80 tahun, yang meninggal pada bulan Mei 2016 adalah yang pertama di Australia yang dibekukan atas nama krionika dengan harapan suatu hari nanti akan hidup kembali.

Jasad tersebut ditaruh terbalik dalam wadah penyimpanan vakum dan disimpan pada suhu sekitar minus 200 derajat celsius.

Fasilitas tersebut dikelola oleh Southern Cryonics, yang telah mempersiapkan "Pasien Satu" selama lebih dari 14 tahun, menurut ABC.

Krionika telah menarik perhatian para sineas dan novelis selama beberapa dekade, serta kekayaan banyak miliarder teknologi.

Namun, ternyata ide untuk berhasil membekukan orang yang sudah meninggal dan menghidupkannya kembali tidak lebih dari sekadar eksperimen yang menjanjikan.

Hal ini ditegaskan Profesor Gary Bryant dari School of Science di Royal Melbourne Institute of Technology.

”Jelas tidak ada bukti ilmiah bahwa hal itu dapat berhasil, setidaknya dengan teknologi kita saat ini," katanya kepada Nights dari RNZ , seraya menyebut krionika sebagai "ilmu semu.

 

 

Mengapa Krionika Tidak Memungkinkan?

Membekukan tubuh manusia dengan cara yang tidak merusaknya tidak semudah mendinginkannya di bawah suhu nol derajat.

"Ada sekitar 250 sel berbeda di dalam tubuh manusia dan saat ini kami dapat membekukan sejumlah kecil di antaranya secara sukses sebagai sel yang terisolasi," kata Bryant, seraya menunjuk sperma, sel telur, dan sel darah sebagai beberapa kisah sukses tersebut.

Bryant menunjuk pada salah satu contoh, yaitu darah. Untuk membekukan darah tanpa merusaknya, sel darah merah perlu dipisahkan dari sel darah putih dan diambil melalui proses pembekuan yang berbeda.

”Semuanya memiliki kondisi optimum yang berbeda untuk pembekuan," kata Bryant.

Diungkapkan Bryant, pembekuan jaringan manusia masih dalam tahap pengembangan.

”Saat ini kami belum dapat membekukan jaringan secara sukses. Otak dan organ lainnya merupakan tantangan lainnya. Tubuh tidak hanya harus dibekukan tanpa kerusakan lebih lanjut,” jelas Bryant.

 

Kesimpulan

Pembekuan krionika telah lama dicemooh oleh komunitas sains. Meski demikian, sebagian ilmuwan tetap yakin bahwa jika mereka dapat mengawetkan tubuh mereka segera setelah kematian dan berharap suatu hari nanti di masa depan akan ada teknologi yang dapat menghidupkan mereka kembali. (sbn/ign)

 

Referensi: RNZ, jurnal ilmiah Selandia Baru, ABC News, Wikipedia

Editor : Gunawan.
#ilmuwan #Pembekuan #Jenazah #mayat #eksperimen