Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Berawal di SSB Lokal, Tembus Tim Garuda Select

Slamet Harmoko • Minggu, 30 Mei 2021 | 15:01 WIB
Mimpi Anak Desa Pasir Panjang Berkiprah di Eropa

Liga Elite Pro Academi (EPA) atau liga sepak bola kelompok usia yang digelar PSSI mengantarkan Ridho Syuhada Putra (16) menjadi salah satu pemain sepakbola masa depan Indonesia.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) patut berbangga. Wilayah yang terjepit pesatnya perkembangan Kota Pangkalan Bun telah melahirkan satu talenta sepak bola terbaik.

Sejak hijrah dari Kabupaten Lamandau ke Kota Pangkalan Bun bersama orangtuanya diusia 10 tahun, Ridho telah menunjukan bakat mengolah si kulit bundar. Sang ayah, Muhammad Amin menangkap potensi itu dan terus mendorong putranya dengan mendaftar di SSB Kobar Muda.

Di Sekolah Sepak Bola tersebut, bakatnya makin terasah hingga ia memutuskan kembali hijrah ke Kota Semarang untuk melanjutkan sekolahnya. Di Kota Atlas tersebut bakatnya semakin bersinar hingga masuk radar untuk masuk PSIS Semarang U-16.

Di tim junior PSIS Semarang itu jalan kariernya makin terbuka, apalagi saat Liga Elite Pro Academi (EPA) bergulir. Bersama tim PSIS Semarang U-16, ajang itu menjadi panggungnya untuk menunjukan bakat tersembunyi yang dimilikinya.

Saat itu ia tidak menyadari bahwa kecepatan, kelincahan, dan teknik membawa bola untuk mengecoh lawan mendapat perhatian dari mantan pemain Chelsea, Dennis Wise yang sengaja datang untuk mencari bakat muda untuk diboyong masuk skuad Garuda Select 3 di Inggris. Kerja kerasnya di tengah lapangan sebagai gelandang serang menarik perhatian Wise dan rekan pelatih lainnya. Hingga puncaknya ia dipanggil untuk mengikuti seleksi Garuda Select di Jakarta.

Di Jakarta, Dennis Wise, Des Walker, dan pelatih kondang tanah air Indra Syafri memantau langsung seleksi calon skuad Garuda Select. Alhasil Ridho Syuhada Putra menjadi satu-satunya pemain dari Kalteng yang lolos seleksi dan akan diboyong ke Inggris untuk menjalani serangkaian pendidikan di bawah pelatih Denis Wise.

“Ini mimpi saya sejak lama, saya ingin ikut program tersebut dan Alhamdulillah latihan keras selama ini membuahkan hasil. Saya menjadi satu-satunya pemain Kalteng yang berhasil menembus PSSI Garuda Select 3,” ujarnya saat ditemui di lapangan Sepak Bola Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Jumat (28/5).

Selama menjalani berbagai materi latihan, banyak hal yang ia dapat, terutama tentang kedisiplinan dalam latihan dan pola hidup sehat.

Selain itu, teknik bermain sepak bola yang baik dan benar juga diajarkan kepada skuad Garuda Select 3, dari mulai passing bola hingga berlari juga dihitung. “Begitupula berapa kali kita mendapatkan bola dan berhasil merebut bola serta berapa kali passing, seluruhnya mendapat hitungan yang ketat,” katanya.

Meski terkendala oleh bahasa, namun berkat penerjemah dan gigihnya melahap materi latihan, Ridho dipercaya bermain di Eropa untuk melawan tim-tim dari Italia.

Ia berharap bekal pengalamannya berlatih dan bermain di Eropa melawan tim besar akan membawanya masuk dalam tim nasional untuk membela Indonesia di kancah internasional. “Semoga tahun depan bisa dipanggil lagi oleh Timnas U-19 dan U-23 demi menuntaskan misi saya yang ingin membanggakan orang tuanya dan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Barat,” pungkasnya. (sla) Editor : Slamet Harmoko
#sepak bola #kobar #timnas #Pangkalan Bun #kalteng