Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warga Muhammadiyah Sampit Rayakan Idulfitri, Khatib Tekankan Konsistensi Iman

Usay Nor Rahmad • Jumat, 20 Maret 2026 | 07:40 WIB

Suasana Salat Idulfitri di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jalan Ahmad Yani Sampit, Jumat (20/3/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Suasana Salat Idulfitri di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jalan Ahmad Yani Sampit, Jumat (20/3/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Warga Muhammadiyah di Kabupaten Kotawaringin Timur melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah secara serentak di berbagai titik, Jumat (20/3/2026).

Selain menjadi momentum kemenangan, khotbah Idulfitri juga diisi pesan penting tentang menjaga konsistensi iman setelah Ramadan.

Di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sampit, Jalan Ahmad Yani, salat dipusatkan di halaman Masjid Al Mujahirin dengan khatib HM Fatchurrahman dan imam Asmadi.

Dalam khotbahnya, HM Fatchurrahman menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum pembentukan karakter dan peningkatan kualitas iman yang harus terus dijaga.

“Ramadan adalah bulan pendidikan, bulan penuh ilmu dan keberkahan. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga nilai-nilai itu setelah Ramadan berlalu,” ujarnya.

Di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sampit, Jalan Ahmad Yani, salat dipusatkan di halaman Masjid Al Mujahirin dengan khatib HM Fatchurrahman dan imam Asmadi.
Di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sampit, Jalan Ahmad Yani, salat dipusatkan di halaman Masjid Al Mujahirin dengan khatib HM Fatchurrahman dan imam Asmadi.

Ia mengingatkan, semangat ibadah yang tinggi di awal Ramadan kerap menurun di pertengahan hingga akhir bulan. Bahkan, pada sepuluh malam terakhir yang seharusnya menjadi puncak ibadah, sebagian umat justru disibukkan dengan urusan dunia.

“Padahal inti Ramadan justru ada di sepuluh malam terakhir, yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan,” katanya.

Menurutnya, ujian sesungguhnya bagi umat Islam justru dimulai setelah Ramadan berakhir. Konsistensi dalam menjaga ibadah, menjauhi hal yang dilarang, serta mempertahankan akhlak menjadi hal yang sangat penting.

“Ketika Ramadan kita mampu menahan lapar dan dahaga, maka setelahnya kita juga harus mampu menahan diri dari yang haram,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban, bahkan anggota tubuh seperti tangan, kaki, dan mata akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT.

Selain itu, kebiasaan baik selama Ramadan seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menjaga lisan diharapkan tetap dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai setelah Ramadan, kita kembali lalai dan kalah oleh kesibukan dunia, termasuk penggunaan gawai dan media sosial,” pesannya.

Di akhir khotbah, ia mengajak jamaah untuk mendoakan umat Muslim di berbagai belahan dunia yang tengah dilanda musibah, serta memohon agar tetap diberi kekuatan untuk istiqamah dalam iman dan amal saleh.

Sementara itu, pelaksanaan Salat Idulfitri Muhammadiyah di Kotim tersebar di berbagai lokasi. Selain di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, salat juga digelar di Halaman Universitas Muhammadiyah Sampit, Jalan Ki Hadjar Dewantara.

Di wilayah Baamang, kegiatan berlangsung di Halaman Masjid Shirotol Mustaqim, Jalan RA Kartini, serta di Masjid Al Jihad, Jalan Muchran Ali.

Untuk wilayah kecamatan, pelaksanaan salat Idulfitri digelar di sejumlah titik, di antaranya di Samuda, Parenggean, Cempaga Hulu, Cempaga, Mentaya Hulu, Pulau Hanaut, Mentaya Seberang, hingga Kota Besi.

Pelaksanaan di berbagai titik ini menjadi upaya Muhammadiyah dalam memfasilitasi umat Islam agar dapat menunaikan Salat Idulfitri dengan nyaman dan khusyuk di wilayah masing-masing. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#warga muhammadiyah #salat id #muhammadiyah #sampit #kotim #sholat id