Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sebulan Bisa 60 Kasus, Damkar Kotim Ramai Tangani Ular Masuk Rumah Warga

Usay Nor Rahmad • Selasa, 10 Maret 2026 | 14:30 WIB

King kobra sepanjang 3,5 Meter saat bersembunyi di balik lemari warga di Gang Rahmat Anugrah, Jalan H Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu (14/2/2026).
King kobra sepanjang 3,5 Meter saat bersembunyi di balik lemari warga di Gang Rahmat Anugrah, Jalan H Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu (14/2/2026).

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat meningkatnya laporan ular masuk ke rumah warga dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam satu bulan, petugas bahkan bisa menangani hingga 50 sampai 60 kasus penyelamatan reptil tersebut.

Kepala Disdamkarmat Kotim Akhmad Taufik mengatakan, tren tersebut terlihat sejak Januari hingga Februari 2026, di mana petugas cukup sering menerima laporan dari masyarakat terkait keberadaan ular di dalam rumah.

“Kami sampaikan juga bahwa tren Januari-Februari ini petugas kami sedang ramai menyelamatkan ancaman terhadap binatang. Dalam satu bulan data kami ada kurang lebih 50 sampai 60 ular masuk ke rumah warga,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Dari jumlah tersebut, sekitar 30 hingga 40 persen merupakan ular kobra yang dikenal sebagai salah satu jenis ular berbisa dan berbahaya bagi manusia.

Taufik menjelaskan, hampir setiap hari petugas Damkar menerima laporan terkait ular yang masuk ke permukiman warga. Dalam sehari, petugas bahkan bisa menangani satu hingga dua kasus penangkapan ular.

“Petugas kami setiap hari bisa menangkap satu sampai dua ular yang masuk ke dalam rumah warga. Alhamdulillah dengan kesiapsiagaan petugas, ular tersebut berhasil diamankan,” tambahnya.

Jika dihitung secara rata-rata, jumlah ular yang berhasil diamankan petugas bisa mencapai sekitar 600 ekor dalam satu tahun.

Menurutnya, meningkatnya kasus ular masuk ke permukiman warga diduga berkaitan dengan perubahan ekosistem dan terganggunya habitat alami ular.

“Saya berpikir ini merupakan ekosistem mereka yang sudah berubah atau terganggu. Ada indikasi perubahan iklim atau habitat ular yang beracun itu terganggu,” katanya.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Disdamkarmat Kotim berencana melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan agar ular tidak masuk ke rumah.

Berdasarkan temuan petugas di lapangan, ular sering ditemukan bersarang di plafon rumah, dapur, hingga tumpukan barang atau perkakas yang tidak terurus.

“Trennya ular-ular ini bersarang di plafon, dapur, juga di perkakas yang tidak terurus. Bahkan ada yang sudah bertelur, ini yang sangat membahayakan,” ungkapnya.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan rumah serta lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat persembunyian ular. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#king kobra #damkar kotim #sampit #reptile #kotim #ular