SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Jalan Muchran Telaga, Kelurahan Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dikejutkan oleh kemunculan seekor ular king kobra (Ophiophagus hannah) berukuran sekitar tiga meter yang bersembunyi di dalam lemari pakaian, Sabtu siang (10/1/2026).
Kepala Peleton II Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim M. Febbry, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga dan segera melakukan penanganan di lokasi.
“Kami menerima laporan adanya ular king kobra di dalam lemari pakaian warga. Petugas langsung bergerak dan melakukan evakuasi secara aman,” ujar M Febbry.
Ular berbisa itu pertama kali diketahui oleh pemilik rumah bernama Sadikin. Menyadari bahaya yang mengancam, ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke layanan darurat Disdamkarmat Kotim pada pukul 11.50 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Peleton II Regu 2 dikerahkan ke lokasi dan mulai melakukan evakuasi sekitar pukul 12.01 WIB.
Proses penanganan dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat ukuran ular yang besar dan tingkat risikonya yang tinggi.
“Setelah proses evakuasi selama kurang lebih 44 menit, ular berhasil diamankan. Operasi dinyatakan selesai pada pukul 12.45 WIB dan tidak ada korban jiwa maupun luka,” jelasnya.
M. Febbry menambahkan, kemunculan ular berbisa di kawasan permukiman umumnya dipicu oleh perubahan lingkungan, seperti cuaca ekstrem, musim hujan, berkurangnya habitat alami, hingga keberadaan hewan pengerat yang menjadi sumber makanan ular.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah, menutup celah bangunan, serta merapikan tumpukan barang yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan liar. Area gelap seperti lemari dan gudang juga disarankan untuk rutin diperiksa.
“Penerangan yang cukup di sekitar rumah juga dapat membantu mengurangi risiko hewan liar masuk ke dalam hunian,” tambahnya.
Apabila menemukan ular atau hewan liar berbahaya, warga diminta tidak panik dan tidak mencoba menangkap sendiri karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Baca Juga: Inilah Dugaan Penyebab Pembunuhan Montir Bengkel di Bukit Tunggal Palangka Raya
Langkah yang dianjurkan adalah menjauh dari lokasi, mengamankan anggota keluarga, dan segera menghubungi petugas berwenang.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Penanganan hewan berbahaya sebaiknya diserahkan kepada petugas yang memiliki peralatan dan keahlian,” pungkas M. Febbry. (oes)
Editor : Slamet Harmoko