PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Suasana tegang sempat mewarnai warga di Jalan Raden Saleh IV Gang I, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, ketika sesosok tubuh pria berinisial YM ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah rumah, (15/11).
Kondisi jenazah sungguh memprihatinkan. Mengeluarkan aroma tidak sedap dengan posisi terlentang dan mengeluarkan belatung serta rambut mulai rontok.
Dari keterangan warga, pria itu kesehariannya bekerja sebagai penjaga kos. Dari hasil pemeriksaan awal forensik RSUD Doris Sylvanus, diperkirakan telah meninggal sejak dua hingga tiga hari, sebelum ditemukan.
Sementara penyebab kematian diduga akibat penyakit bawaan, namun tetap dilakukan penyelidikan oleh pihak berwenang. Jenazah juga ditemukan bersama beberapa barang, seperti uang tunai, dompet berisi identitas pribadi, kartu ATM, handphone, serta barang pribadi lainnya, dan diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Saksi, sekaligus kerabat almarhum, Randi Alek (58) menyampaikan, yang bersangkutan memang pernah bercerita memiliki penyakit komplikasi. Dan memang tinggal sendiri lantaran belum menikah.
Ia mengaku mendapati jenazah ketika datang menjenguk. Sempat dipanggil berkali-kali tidak menyahut, lalu merasa curiga dan memanggil kerabat yang lain, sampai akhirnya saat dilihat dari jendela dan bersangkutan sudah tak bernyawa.
“Kemudian, langsung memanggil orang lain dan melapor ke aparat.Kami terkejut dan tak menyangka,” ungkap Randi.
Sementara itu, Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Pamapta III Ipda Oxana Licanissya membenarkan penemuan jenazah itu. “Bentul ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa oleh rekannya, dengan posisi terlentang di lantai kamar dan terdapat keluarnya darah dari hidung serta telinga,”bebernya.
Kemudian lanjutnya, personel Piket SPKT Polresta Palangka Raya bersama Piket Polsek Pahandut, Sat Intelkam, serta Unit Identifikasi Sat Reskrim segera ke lokasi melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
”Masih diselidiki penyebab utama. Naman tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan” tandas Oxana.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama