Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Atasi Banjir, Tata Kota Sampit Perlu Dievaluasi

Rado.
Penulis: Rado.❯
Genangan air di salah satu sudut Kota Sampit, setelah hujan lebih dari 3 jam, Kamis (30/4).(dok/yuni/radarsampit)
Genangan air di salah satu sudut Kota Sampit, setelah hujan lebih dari 3 jam, Kamis (30/4).(dok/yuni/radarsampit)

Advertisement

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Salah satu tokoh di Kotawaringin Timur (Kotim) yang juga Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Supriadi, melontarkan kritik terhadap pemerintah daerah terkait penanganan banjir di Kota Sampit.

Ia menilai, banjir bukan sekadar persoalan teknis drainase, melainkan cerminan kegagalan dalam penataan kota yang tidak pernah diselesaikan hingga ke akar masalah.

“Ini bukan masalah baru. Sudah sejak lama banjir di kawasan permukiman terjadi, tapi tidak pernah dituntaskan. Ini menunjukkan kegagalan dalam penataan kota,” ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, genangan air yang terus terjadi di sejumlah titik, termasuk di jalur Jalan Tjilik Riwut Sampit, menjadi bukti lemahnya penanganan drainase perkotaan dari waktu ke waktu.

“Contoh saja di Tjilik Riwut, genangan itu terus terjadi dan tidak pernah benar-benar dibereskan sejak masa kepemimpinan kepala daerah terdahulu. Artinya political will untuk menyelesaikan persoalan ini memang tidak ada,” sebut Supriadi.

Dirinya juga menyoroti kondisi wajah kota yang menurutnya semakin semrawut dan kotor akibat lemahnya pengawasan tata ruang, serta pembiaran terhadap pelanggaran estetika.

Advertisement

“Jujur saja, wajah Kota Sampit sekarang makin semrawut dan kotor. Ini akibat pembiaran yang terlalu lama,” sebutnya.

Ia menegaskan, persoalan banjir di Sampit bersifat sistemik. Selain drainase yang tidak terintegrasi, maraknya bangunan yang menutup saluran air, minimnya infrastruktur di kawasan permukiman baru, serta buruknya pengelolaan sampah dan limbah turut memperparah kondisi.

Supriadi menilai, selama ini penanganan yang dilakukan pemerintah masih bersifat parsial dan reaktif, tanpa perencanaan jangka panjang yang jelas.“Selama ini yang dilakukan hanya tambal sulam. Tidak pernah ada desain besar penanganan banjir kota,” ujarnya.

Demi memperbaiki hal itu, dirinya mendorong pemerintah daerah segera melakukan evaluasi total terhadap sistem tata kota Sampit, termasuk menyusun masterplan drainase yang terintegrasi hingga ke Sungai Mentaya sebagai muara utama.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Irawati Soroti Peran Wartawan di Tengah Banjir Informasi

Irawati Soroti Peran Wartawan di Tengah Banjir Informasi

Wakil Bupati Kabupaten Kotim Irawati datang ke Kantor PWI Kotim, Jumat (14/8), merayakan HUT ke 34 Persatuan wartawan Indonesia (PWI)

Seruyan Usulkan Infrastruktur TN Tanjung Puting Masuk RTR Kawasan Strategis Nasional

Seruyan Usulkan Infrastruktur TN Tanjung Puting Masuk RTR Kawasan Strategis Nasional

Pemkab Seruyan mendorong pembangunan infrastruktur menuju kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), masuk kawasan strategis nasional

Besarnya SILPA Terus Jadi Pekerjaan Rumah Pemerintah Daerah

Besarnya SILPA Terus Jadi Pekerjaan Rumah Pemerintah Daerah

Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) APBD Kotawaringin Timur (Kotim) selalu melekat di setiap APBD jadi pekerjaan rumah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer