Radarsampit.jawapos.com – Sejumlah negara di dunia mencatat jumlah penduduk perempuan yang sangat besar.
Bahkan, di beberapa negara, jumlah perempuan jauh melampaui laki-laki akibat faktor seperti harapan hidup yang lebih tinggi, migrasi, serta situasi sosial dan ekonomi.
Berdasarkan data dari United Nations Population Division (2024), World Bank, dan CIA World Factbook, berikut lima negara dengan jumlah perempuan terbanyak secara global:
1. Tiongkok
Tiongkok masih menjadi negara dengan jumlah perempuan terbanyak di dunia. Dari total penduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa, sekitar 685 juta di antaranya adalah perempuan.
Meski sempat mengalami ketimpangan gender akibat kebijakan satu anak, proporsi penduduk perempuan kini semakin seimbang.
2. India
Di posisi kedua, India memiliki sekitar 676 juta perempuan dari total populasi lebih dari 1,43 miliar jiwa.
Jumlah yang besar ini dipengaruhi oleh tingginya angka kelahiran serta peningkatan usia harapan hidup, khususnya di kalangan perempuan.
3. Amerika Serikat
Di Negeri Paman Sam, jumlah perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki. Dari sekitar 340 juta penduduk, sekitar 167 juta adalah perempuan.
Tingginya harapan hidup perempuan di AS yang mencapai rata-rata 81 tahun menjadi salah satu faktor dominasi angka ini.
4. Indonesia
Indonesia menempati urutan keempat dengan jumlah perempuan diperkirakan mencapai sekitar 140 juta jiwa dari total populasi 279 juta.
Rasio jenis kelamin di Indonesia cukup seimbang, namun secara jumlah, perempuan tetap mendominasi di kelompok usia lanjut.
5. Brasil
Brasil mencatat sekitar 109 juta perempuan dari total populasi 214 juta jiwa. Angka ini didorong oleh tingginya angka harapan hidup perempuan serta tingginya angka kematian pria akibat kekerasan dan penyakit tidak menular.
Mengapa Perempuan Lebih Banyak?
Menurut United Nations Department of Economic and Social Affairs (UNDESA), perempuan secara biologis memiliki daya tahan tubuh lebih tinggi serta risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan laki-laki, terutama di usia produktif dan lanjut usia.
Faktor-faktor seperti akses layanan kesehatan, gaya hidup, serta peran gender dalam masyarakat turut memengaruhi proporsi penduduk perempuan di berbagai negara.
Data ini penting untuk menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan, kesehatan, hingga kebijakan ketenagakerjaan, khususnya di negara-negara dengan ketimpangan gender yang mencolok. (*)
Editor : Slamet Harmoko