PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengeluarkan ancaman terhadap perusahaan yang berinvestasi di wilayah yang dipimpinnya. Dia menggugat kepedulian perusahaan terhadap infrastruktur, terutama jalan rusak.
Agustiar menginstruksikan seluruh jajarannya menutup sementara akses mobilisasi perusahaan jika terbukti tidak kooperatif atau tidak memberikan kontribusi terhadap perbaikan jalan.
Secara khusus, Agustiar meminta perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Gunung Mas, diaudit secara menyeluruh terkait program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan.
Hal ini dilakukan guna memastikan kewajiban sosial perusahaan terhadap masyarakat benar-benar dilaksanakan sesuai aturan dan transparan.
Pernyataan itu dikeluarkan Agustiar sebagai respons kerusakan jalan di ruas Palangka Raya – Kuala Kurun.
Untuk langkah jangka pendek, kendaraan yang melintasi jalur tersebut kini dibatasi hanya untuk kendaraan dengan berat maksimal 10 ton, meskipun sebenarnya standar idealnya adalah 8 ton.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Kalteng mempersiapkan pembangunan jalan khusus perusahaan dari Simpang Tengkong menuju Mengkutup, yang akan menjadi koridor tersendiri bagi kendaraan angkutan berat milik perusahaan.
”Saya selaku Gubernur memberikan stressing terhadap perusahaan yang tidak kooperatif. Sangat disesalkan masih ada pihak swasta yang abai terhadap kondisi jalan, padahal mereka turut menyebabkan kerusakan akibat aktivitas kendaraan berat,” katanya.
”Perusahaan yang menggunakan jalan itu juga harus bertanggung jawab. Jangan hanya memanfaatkan, tapi tidak mau ikut memperbaiki,” tegasnya lagi, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Pengaturan Lalu Lintas Angkutan Hasil Perkebunan, Kehutanan, dan Pertambangan di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (16/5/2025)
Terkait kondisi jalan rusak di Kalteng, khususnya ruas Palangka Raya – Bukit Liti – Bawan – Kuala Kurun, Agustiar menegaskan, pemerintah daerah berada dalam posisi yang tidak mudah. Pemerintahan kerap menjadi sasaran kritik, baik dari masyarakat maupun pemerintah pusat.
”Kami jadi bulan-bulanan. Pertama Gubernur. Kedua Bupati. Kalau di nasional, saya juga ditegur. Tidak ada kepentingan pribadi di situ. Kami diamanahkan untuk mengurus masyarakat semua,” ujar Agustiar.
Plt Sekda Kalteng Leonard S Ampung mendorong percepatan pembangunan jalan khusus pada trase Lahei Mangkutup (Simpang Batengkong) - Sei Hanyo sebagai solusi terhadap permasalahan lalu lintas di ruas Jalan Bukit Liti-Bawan-Kuala Kurun.
Pembangunan itu bertujuan untuk mengurangi tekanan terhadap infrastruktur jalan yang saat ini berada dalam kondisi kritis dan berisiko tinggi terhadap kemacetan, kecelakaan, serta konflik sosial.
”Pemprov Kalteng telah berinisiatif membangun jalan khusus untuk angkutan hasil perkebunan pertambangan dan kehutanan. Untuk mendukung program ini, telah dibentuk tim percepatan pemanfaatan jalan khusus pada Trase Lahei Mangkutup Simpang Batengkong menuju Sei Hanyu sepanjang kurang lebih 180 km,” katanya. (daq/ign)
Editor : Slamet Harmoko