PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Petani kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat merasa ketar- ketir terhadap aksi para pelaku kejahatan yang kerap melakukan penjarahan kelapa sawit di kebun milik masyarakat.
Ninja sawit ini tidak segan menghabisi seluruh buah kelapa sawit milik petani. Bukan hanya buah yang masak yang digasak, tapi juga buah yang mentah pun dicuri.
Kejahatan di perkebunan milik masyarakat ini bukan hanya terjadi di Kelurahan Raja Seberang, Mendawai Seberang, Kotawaringin Lama, tapi juga kebun kelapa sawit masyarakat di Kelurahan Baru.
Pemilik kebun kelapa sawit di Natai Pelingkau, Budi, mengeluhkan aksi pencurian kelapa sawit yang semakin marak akhir-akhir ini. Kebun yang baru dia bersihkan dan buahnya sudah siap panen, ludes diembat pencuri.
"Baru saya bersihkan, besoknya mau saya panen, keesokan harinya sudah habis buahnya, hanya disisakan dua janjang oleh pelaku," bebernya.
Korban pencurian buah kelapa sawit lainnya, Hendri, mengaku bahwa kebun milik ayahnya di Sungai Lingis juga menjadi sasaran pencurian. Kebunnya sudah dijarah maling sebelum dipanen pemilik.
Tidak tanggung-tanggung buah yang masak maupun buah mentah ludes di sikat pelaku. Dia menduga kebun milik ayahnya yang berada di dekat Sungai Arut itu diangkut dengan menggunakan kelotok (getek).
Ia berharap para pemilik kebun baik di Sungai Lingis, Seberang Gajah, dan Pangkalan Bungur harus berhati-hati dan waspada terhadap pelaku pencurian buah kelapa sawit.
"Saya duga pelaku lebih dari dua orang dan mereka saat beraksi melalui jalur air menggunakan perahu," bebernya.
Warga Pangkalan Bun Jamberi berharap agar aparat penegak hukum melakukan pengintaian di DAS Arut pada malam hari. Aparat perlu mencurigai perahu-perahu yang melintas pada malam hari.
"Kalau melalui jalur darat pasti ketahuan, mereka ini memanfaatkan sungai dan anak sungai buatan yang terhubung ke kebun-kebun, kalau beraksi malam hari artinya mudah aja mengintai mereka ketika membawa buah menuju ke peron dari jalur sungai," pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Slamet Harmoko