Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya Samsul Rizal menyampaikan,hal ini untuk membantu pelaku UMKM pedagang kuliner Tunggal Sangumang.”Di Kawasan ini ada 70 pedagang dan bisa menggunakan QRIS dalam pembayaran. Ini akan berdampak bagus bagi semua. Makna secara bertahap seluruh pedagang maupun pelaku UMKM akan menggunakan QRIS, “ ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan menerapkan QRIS kepada 40 pedagang kuliner di Pelabuhan Rambang. ”Kita akan lebih modern. QRIS ini memudahkan pembayaran. Tidak perlu mencari recehan dan tentunya menghindari penggunaan uang palsu serta mempercepat transaksi-transaksi lain,” imbuh Samsul Rizal.
Dari pihak perbankan Pramudya Wicaksana menyampaikan,dukungan terhadap QRIS dilaksanakan sejak 2019 dan saat ini terdapat momen pekan QRIS Nasional.” Makanya kita terus melakukan edukasi tentang QIRS ke Sampit, Pangkalan Bun, Muara Teweh hingga Kapuas,” katanya.
Ia membeberkan, bahwa pengguna QRIS di Kalteng cukup baik, untuk pedagang ada 227 ribu dan itu paling banyak di Palangka Raya. Sedangkan untuk pengguna sekitar 232 ribu dan transaksi 1,3 juta.
”Jadi banyak yang sudah menggunakan QRIS dan semoga terus menambah. Jujur untuk kendala QRIS menurut kami adalh infatsruktur karena itu menggunakan sinyal makanya pemerintah terus dorong untuk memenuhi itu,” paparnya.
Perwakilan perbankan lainnya Surya M Hussein menjelaskan, QRIS merupakan langkah digitalisasi dalam membantu pelaku UMKM dalam kemudahan bertransaksi.
”Kita sudah ada 220 pengguna QRIS, semoga kedepan terus menambah.Ini sangat memudahkan untuk masyarakat. Makanya nanti ujungnya tidak ada lagi penggunaan uang tunai,” tandasnya. (daq/gus) Editor : Administrator