Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BKSDA Pantau Bagendang Tengah, Diduga Masih Ada Tiga Orangutan Berkeliaran

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Anak Orangutan dari Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, dimasukan ke kandang dan dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II di Pangkalan Bun, Selasa (3/11/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Anak Orangutan dari Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, dimasukan ke kandang dan dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II di Pangkalan Bun, Selasa (3/11/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit terus memantau kawasan Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), setelah seekor anak orangutan ditemukan di sekitar kebun warga.

Berdasarkan laporan kepala desa dan masyarakat, diduga masih ada sedikitnya tiga individu orangutan lain di sekitar hutan dan semak belukar tepi Sungai Sampit.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, informasi tersebut diperoleh saat petugas melakukan observasi di lokasi bersamaan dengan proses serah terima anak orangutan pada Selasa (3/11/2026).

Advertisement

"Dari laporan Kades dan juga warga yang kami temui di lokasi, dilaporkan masih ada sekitar paling sedikit tiga individu orangutan yang berada di hutan ataupun semak belukar, khususnya yang berada di tepi Sungai Sampit," ungkap Muriansyah, Rabu (4/11/2026). 

Dalam observasi tersebut, petugas menemukan sebagian besar kawasan hutan di sekitar lokasi mengalami kebakaran. Kondisi serupa juga terlihat pada kebun atau ladang milik warga hingga area semak belukar.

Bahkan, petugas mendapati sejumlah lahan terbakar yang masih mengeluarkan asap. Kondisi itu menunjukkan kebakaran masih berlangsung di beberapa titik saat observasi dilakukan.

Advertisement

"Kami melihat, hutan di sana sebagian besar terbakar dan mengakibatkan satwa liar orangutan masuk ke sekitar ladang ataupun kebun milik warga," katanya.

Muriansyah menduga kerusakan habitat akibat kebakaran menjadi salah satu faktor yang mendorong orangutan bergerak mendekati kebun warga. Kawasan tersebut diduga menjadi tempat satwa mencari perlindungan dan makanan setelah habitat di sekitarnya terdampak kebakaran.

Untuk mengantisipasi kemunculan satwa di sekitar permukiman, BKSDA tetap melakukan pemantauan. Petugas juga merencanakan observasi lanjutan dalam beberapa hari ke depan.

"Sampai dengan hari ini, lokasi tadi tetap kami lakukan kegiatan pemantauan dan direncanakan beberapa hari yang akan datang kami juga akan melakukan kegiatan pemantauan lagi di sana," ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Butuh Dua Tahun Rehabilitasi, Anak Orangutan Bagendang Dipersiapkan untuk Dilepasliarkan

Butuh Dua Tahun Rehabilitasi, Anak Orangutan Bagendang Dipersiapkan untuk Dilepasliarkan

Satwa dilindungi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk mencapai usia minimal pelepasliaran, sekaligus menguasai ke

Pulang dari Kebun, Warga Bagendang Temukan Anak Orangutan Sendirian di Tepi Jalan

Pulang dari Kebun, Warga Bagendang Temukan Anak Orangutan Sendirian di Tepi Jalan

Satu individu anak orangutan betina berusia sekitar empat tahun ditemukan warga di tepi jalan Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hili

Warga Ramban Temukan Anak Orangutan, Langsung Dijemput BKSDA Kotim

Warga Ramban Temukan Anak Orangutan, Langsung Dijemput BKSDA Kotim

Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer