Lahan Diduga Dibakar, Bupati Kotim Minta semua Intel Dikerahkan


SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Cilik Riwut KM 7–8, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi ancaman bagi warga dan pengguna jalan yang melintas. Kawasan itu, satu dari ratusan lokasi karhutla yang sedang ditangani tim gabungan dari berbagai unsur.
Senin (24/8/2026) malam. Kobaran api bahkan terlihat membesar hingga menjalar ke area semak belukar dan membakar sejumlah pohon sawit di pinggir jalan trans Kalimantan itu.
Sebelumnya, Sabtu (23/8) siang, asap yang muncul kawasan itu bahkan sempat membuat pendaratan pesawat Air Jet batal mendarat di Bandara H Asan. Pilot tak ingin mengambil risiko, sehingga pesawat kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian pendaratan dialihkan pada Minggu (23/8) sore, melalui Bandara Iskandar, Pangkalan Bun.
Padahal, kasus kebakaran lahan di beberapa kawasan itu sedang ditangani aparat kepolisian, dengan didapati adanya sejumlah pemasangan garis polisi, sebelum api kembali membesar, baru-baru tadi.
Pada musim kemarau ini, kebakaran lahan di wilayah Kelurahan Tinduk Kecamatan Baamang itu, telah ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, sejak dilaporkan pada 8 Juli 2026 lalu. Awalnya, lahan penuh semak belukar dan sejumlah tanaman sawit terbakar itu dengan luas sekitar 2 meter x 35 meter.
Namun, belakangan api kembali muncuk di kawasan itu. Bahkan lahan di kedua sisi jalan juga terbakar, dan asap masih keluar dari tanah yang menandakan api belum sepenuhnya padam hingga sekarang.
Beberapa hari sebelumnya, tak jauh dari lokasi itu, kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, hingga seluas 4 hektare. Lokasi itu berdekatan dengan kawasan landasan pacu Bandara H Asan Sampit.
Baca Juga: Polres Kotim Selidiki Lima Titik Karhutla, Kapolres: Jika Sengaja Dibakar, Kami Proses Pidana
Pihak BPBD pun menduga kebakaran lahan itu lantaran disengaja alias dibakar. "Dugaan sementara penyebab kebakaran ini karena dibakar. Di lokasi ini tidak ada aktivitas pertambangan. Kalau ada batu bara mungkin bisa terjadi cetusan api, tetapi di sini tidak ada," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis (2/7/2026) dengan luas sekitar dua hektare. Saat itu petugas telah melakukan pemadaman, namun keterbatasan personel membuat api baru dapat dikendalikan sekitar 50 persen.
Ketika dilakukan pengecekan kembali pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, petugas mendapati kebakaran telah meluas sekitar dua hektare. Dengan demikian, total lahan yang terbakar kini diperkirakan mencapai empat hektare.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




