Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asyik Cari Udang di Sungai, Nelayan Hanaut Diterkam Buaya

Fahry Ilhami Samosir
KORBAN BUAYA : Petugas Polsek Hanaut saat mendatangi korban serangan buaya di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Sabtu (14/2/2026).
KORBAN BUAYA : Petugas Polsek Hanaut saat mendatangi korban serangan buaya di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Sabtu (14/2/2026).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Nasib baik masih berpihak kepada seorang nelayan asal Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).


Advertisement

Tasman (59) nelayan ini dilaporkan selamat dari terkaman buaya saat mencari udang di muara Sungai Besar (anak Sungai Mentaya) di wilayah Pulau Hanaut pada Jumat (13/2/2026) pagi.

Saat itu, Tasman tengah masuk ke dalam sungai untuk mencari udang menggunakan sungkur (alat tradisional penangkap udang).

Tiba-tiba, seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menerkam tangan kiri korban. Dikarenakan saat itu mulut buaya tersangkut sungkur, hewan buas tersebut tidak bisa menarik korban ke sungai.

Advertisement

"Saat itu korban berhasil menyelamatkan diri dengan cara memukul kepala buaya menggunakan tangan kosong," kata Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko, Sabtu (14/2/2026).

Buaya langsung melepas gigitannya dan memilih menjauh. Sementara, Tasman pun bergegas naik ke daratan. Meski nyawanya selamat, korban sempat mengalami luka akibat gigitan buaya.

"Korban hanya mengalami luka ringan saja. Alhamdulillah saat ini korban sudah kembali ke rumah dan melakukan aktivitasnya seperti biasa," terang Edy.

Advertisement

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di sungai agar tetap waspada terhadap satwa liar, terutama di wilayah yang dikenal sebagai habitat buaya di perairan Sungai Mentaya. (sir/fm)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ternyata Usulan Pengerukan Alur Sungai Mentaya Kotim Tunggu Keputusan Menteri

Ternyata Usulan Pengerukan Alur Sungai Mentaya Kotim Tunggu Keputusan Menteri

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, usulan pengerukan masih dalam proses di tingkat pemerintah pusat. Pemkab Kotim belum menerima perkembang

Air Sungai Mentaya Masih Asin, Intrusi Air Laut Capai 105 Kilometer dan Menunggu Hujan di Hulu Kotim

Air Sungai Mentaya Masih Asin, Intrusi Air Laut Capai 105 Kilometer dan Menunggu Hujan di Hulu Kotim

Pemulihan kualitas air Sungai Mentaya yang terdampak intrusi air laut masih bergantung pada hujan di wilayah hulu

Salinitas Sungai Mentaya 4.700 PPM, Perumdam Ingatkan Air Belum Layak Konsumsi

Salinitas Sungai Mentaya 4.700 PPM, Perumdam Ingatkan Air Belum Layak Konsumsi

Tingkat salinitas air Sungai Mentaya mencapai sekitar 4.700 ppm, jauh di atas ambang batas yang layak untuk dikonsumsi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer