Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Salinitas Sungai Mentaya 4.700 PPM, Perumdam Ingatkan Air Belum Layak Konsumsi

Yuni Pratiwi Iskandar

Advertisement

Kepala Bidang Teknik Perumdam Tirta Mentaya Edy Dyufriadi
Kepala Bidang Teknik Perumdam Tirta Mentaya Edy Dyufriadi

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tingkat salinitas air Sungai Mentaya yang terdampak intrusi air laut masih sangat tinggi. Kepala Bidang Teknik Perumdam Tirta Mentaya Edy Dyufriadi menyebut, salinitas air saat ini mencapai sekitar 4.700 ppm, jauh di atas ambang batas yang layak untuk dikonsumsi.

Advertisement

Kondisi tersebut membuat air yang didistribusikan Perumdam Tirta Mentaya masih diperuntukkan bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), bukan untuk diminum maupun digunakan memasak. Masyarakat diminta memperhatikan peringatan tersebut agar tidak mengonsumsi air yang masih mengandung kadarbgaram tinggi.

“Salinitasnya masih sangat tinggi malah, sekitar 4.700. Nah, tingkat salinitasnya masih berbahaya untuk dikonsumsi. Artinya hanya tetap masih MCK,” ujarnya.

Edy menjelaskan, kadar salinitas air yang layak untuk dikonsumsi berada di bawah 500 ppm. Dengan kondisi saat ini, kualitas air Sungai Mentaya masih jauh dari ambang tersebut. Karena itu, air yang disalurkan kepada masyarakat belum dapat digunakan utnuk kebutuhan konsumsi.

Advertisement

“Tingkat salinitas saat ini 4.700 ppm. Layaknya di bawah 500,” tegasnya.

Ia mengingatkan, konsumsi air dengan kadar garam tinggi berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit bawaan. Risiko yang dikhawatirkan antara lain tekanan darah tinggi dan gangguan pencernaan.

“Dampak negatifnya adalah satu, tekanan darah tinggi. Pencernaan, banyak sebenarnya itu tadi. Apalagi kalau sudah orang sudah ada di dalam tubuhnya itu penyakit bawaan, itu yang kita takutkan,” jelasnya.

Menurut Edy, Perumdam telah memberikan peringatan kepada masyarakat terkait kondisi air yang didistribusikan. Air tersebut meruoakan air nonkonsumsi, sehingga masyarakat di diharapkan tidak menggunakannya untuk minum maupun memasak.

“Makanya kami memang membuat itu tadi, bawa air yang didistribusikan adalah air nonkonsumsi. Nah, itu terserah masyarakat lagi, kita sudah memberikan warning,” pungkasnya. (yn/sla) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Nakhoda Kapal Diminta Waspada

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Nakhoda Kapal Diminta Waspada

Kabut asap yang semakin pekat di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengancam keselamatan pelayaran di Sungai Mentaya

Kabut Asap Bikin Jarak Pandang di Sungai Mentaya di Bawah 100 Meter, Motoris Diimbau Waspada

Kabut Asap Bikin Jarak Pandang di Sungai Mentaya di Bawah 100 Meter, Motoris Diimbau Waspada

Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berpotensi mengganggu keselamatan transportasi sungai

ABK Bauksit Ditemukan Meninggal Misterius di Tengah Sungai Mentaya Sampit

ABK Bauksit Ditemukan Meninggal Misterius di Tengah Sungai Mentaya Sampit

Seorang ABK berinisial AB (27) ditemukan meninggal dunia di dalam tugboat Santan 2512 yang sedang berlabuh di perairan Sungai Mentaya Sampit

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer