Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mentawa Baru Ketapang Dominasi Daerah yang Dilanda Cuaca Ekstrem

H
Penulis: Heny Pusnita❯
Ilustrasi cuaca ekstrem. (akal imitasi)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (akal imitasi)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merilis data penanganan bencana sepanjang tahun 2025. Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang tercatat menjadi wilayah dengan kejadian cuaca ekstrem paling banyak, yakni 14 kejadian.


Advertisement

Di urutan berikutnya terdapat Kecamatan Baamang dengan 6 kejadian, Kotabesi 3 kejadian, Cempaga Hulu 2 kejadian, serta Mentaya Hilir Selatan 1 kejadian.

Selain cuaca ekstrem, BPBD Kotim juga mencatat kejadian banjir di 17 kecamatan se-Kotim. Kecamatan Bukit Santuai menjadi wilayah dengan frekuensi banjir tertinggi, sebanyak 8 kali kejadian.

Menyusul di bawahnya Kecamatan Tualan Hulu 7 kejadian, Telaga Antang 5 kejadian, Mentaya Hilir Selatan 5 kejadian, Cempaga Hulu 4 kejadian, Parenggean 3 kejadian, Telawang 2 kejadian, Baamang 2 kejadian, Antang Kalang 2 kejadian, Pulau Hanaut 2 kejadian, serta masing-masing 1 kejadian di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Teluk Sampit, Kotabesi, dan Mentaya Hulu.

Advertisement

“Tidak hanya penanganan banjir, kami juga menangani kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wilayah dengan kasus karhutla terbanyak masih didominasi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sebanyak 17 kali kejadian. Disusul Baamang 8 kejadian, Mentaya Hilir Selatan 3 kejadian, serta Kecamatan Seranau 2 kejadian. Sementara enam kecamatan lainnya hanya terjadi satu kali kejadian,” ungkap Multazan Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Selasa (30/12).

BPBD Kotim juga terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan korban tenggelam bersama Basarnas. Kecamatan Teluk Sampit menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yaitu 3 kejadian. Dari penanganan tersebut, lima korban meninggal dunia berhasil dievakuasi.

“Kasus meninggal ini ada yang disebabkan oleh insiden kapal karam dan ada pula akibat serangan atau terkaman buaya,” jelasnya.

Advertisement

Dengan kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan potensi bencana yang kerap terjadi menjelang pergantian musim.

"Di akhir tahun ini, kami imbau agar masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang yang rawan menumbangkan pohon dan mengakibatkan banjir disejumlah wilayah Kotim," tandasnya. (hgn)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Petir Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Kotim

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Petir Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Kotim

Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), potensi cuaca tersebut terpantau di Kecamatan Teluk Sampit.

Cuaca Ekstrem di Pangkalan Bun Tumbangkan Pohon  

Cuaca Ekstrem di Pangkalan Bun Tumbangkan Pohon  

Cuaca ekstrem melanda Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (11/6).  Hujan deras sejak sore sampai malam tumbangkan pohon

Harga Cabai Rawit Merah Melonjak hingga Rp84.400 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah Melonjak hingga Rp84.400 per Kg

Harga cabai rawit merah mengalami lonjakan tajam dalam sepekan terakhir akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah sentra produksi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer