Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata Inilah Penyebab Perempuan Muda Ini Nekat Terjun Bebas ke Sungai Mentaya

Fahry Ilhami Samosir
PERCOBAAN BUNUH DIRI: Laila sesaat setelah dievakuasi warga usai menceburkan diri ke Sungai Mentaya. (Fahry/Radar Sampit)
PERCOBAAN BUNUH DIRI: Laila sesaat setelah dievakuasi warga usai menceburkan diri ke Sungai Mentaya. (Fahry/Radar Sampit)

 


Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Percobaan bunuh diri di Sungai Mentaya menggemparkan warga Kecamatan Baamang, Sampit, Kamis (18/12) siang. Seorang perempuan bernama Laila (30), warga Jalan Baamang Tengah I, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), nekat melompat ke sungai sebelum akhirnya berhasil diselamatkan petugas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi nekat tersebut diduga dipicu oleh depresi akibat persoalan hubungan asmara. Hal itu disampaikan langsung oleh petugas Search and Rescue (SAR) Kotim.

“Untuk motifnya karena depresi soal hubungan asmara dengan kekasihnya,” kata Yudi, petugas SAR Kotim.

Advertisement

Yudi menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika Laila mendatangi salah satu dermaga di wilayah Kecamatan Baamang. Tanpa banyak pertimbangan, ia langsung melompatkan diri ke Sungai Mentaya dan sempat mengundang kepanikan warga sekitar.

Saat kejadian, kondisi korban cukup memprihatinkan. Laila diketahui terjun ke sungai tanpa mengenakan sehelai pun pakaian di tubuhnya.

“Saat terjun ke sungai, perempuan ini dalam keadaan telanjang tanpa mengenakan busana apa pun,” beber Yudi.

Advertisement

Beruntung, petugas SAR yang sedang berjaga di sekitar bantaran sungai bergerak cepat melakukan penyelamatan. Korban kemudian dievakuasi ke lanting warga sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Setelah dievakuasi, Laila diserahkan kembali kepada pihak keluarga menggunakan mobil operasional SAR Kotim. Proses pengantaran tersebut turut didampingi seorang laki-laki yang diduga merupakan kekasih korban.

Yudi menambahkan, pihak keluarga memilih untuk tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Bahkan, rencana awal untuk membawa korban ke rumah sakit urung dilakukan.

“Tadi sempat mau diantar ke rumah sakit. Tapi kekasihnya meminta agar korban dibawa kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarganya yang ada di Kecamatan Baamang,” pungkasnya. (sir)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ternyata Usulan Pengerukan Alur Sungai Mentaya Kotim Tunggu Keputusan Menteri

Ternyata Usulan Pengerukan Alur Sungai Mentaya Kotim Tunggu Keputusan Menteri

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, usulan pengerukan masih dalam proses di tingkat pemerintah pusat. Pemkab Kotim belum menerima perkembang

Air Sungai Mentaya Masih Asin, Intrusi Air Laut Capai 105 Kilometer dan Menunggu Hujan di Hulu Kotim

Air Sungai Mentaya Masih Asin, Intrusi Air Laut Capai 105 Kilometer dan Menunggu Hujan di Hulu Kotim

Pemulihan kualitas air Sungai Mentaya yang terdampak intrusi air laut masih bergantung pada hujan di wilayah hulu

Salinitas Sungai Mentaya 4.700 PPM, Perumdam Ingatkan Air Belum Layak Konsumsi

Salinitas Sungai Mentaya 4.700 PPM, Perumdam Ingatkan Air Belum Layak Konsumsi

Tingkat salinitas air Sungai Mentaya mencapai sekitar 4.700 ppm, jauh di atas ambang batas yang layak untuk dikonsumsi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer