Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diduga Tersinggung, Dua Pria di Palangka Raya Duel Sengit, Berdarah-darah Rebut Mandau

Dodi Abdul Qadir
Penulis: Dodi Abdul Qadir❯
INSIDEN: Aparat kepolisian saat berada di lokasi perkelahian antara dua pria yang berebut senjata tajam.
INSIDEN: Aparat kepolisian saat berada di lokasi perkelahian antara dua pria yang berebut senjata tajam.

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Warga Jalan Taurus 8, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, digegerkan dengan keributan berdarah yang pecah pada Minggu (30/11/2025) malam.


Advertisement

Dua pria, MR (24) dan AS (41), terlibat duel sengit hingga sama-sama terluka dan meninggalkan ceceran darah di lokasi.

Peristiwa ini diduga dipicu ketersinggungan MR atas ucapan AS. Saat kejadian, MR diduga berada dalam pengaruh alkohol.

Pertikaian kemudian berubah brutal ketika keduanya berebut senjata tajam jenis mandau yang dibawa MR.

Advertisement

Meski sama-sama mengalami luka serius, tidak ada laporan resmi yang masuk ke polisi dari keluarga maupun korban.

Namun, aparat tetap menangani peristiwa tersebut. Insiden tersebut bahkan sempat viral melalui video 8 detik yang beredar di grup-grup WhatsApp.

Kanit Jatanras Polresta Palangka Raya Helmi Hamdani mengatakan, pelaku telah diamankan tak lama setelah kejadian.

Advertisement

”Terduga pelaku sudah berhasil kami amankan tidak lama setelah kejadian. Baik korban maupun pelaku saat ini sama-sama dirawat di rumah sakit,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Dari pemeriksaan awal, pertikaian dipicu ucapan korban yang menyinggung perasaan pelaku.

”Informasi sementara, pelaku merasa tersinggung oleh ucapan korban. Ketika itu pelaku juga dalam pengaruh miras,” jelas Helmi.

Dia menegaskan, luka korban bukan akibat tusukan langsung. Namun, karena perebutan senjata tajam jenis mandau yang dibawa pelaku.

”Korban mengalami luka pada bagian kepala dan tangan,” tambahnya. Adapun MR juga mengalami luka di tangan akibat perebutan senjata tersebut.

Polisi menunggu laporan resmi dari korban atau keluarga untuk proses lebih lanjut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan tambahan di lapangan.

”Kami masih dalami lagi motifnya. Anggota juga masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan keterangan tambahan,” ujar Helmi.

Helmi juga mengimbau warga tetap menjaga kamtibmas dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa harus berujung kriminal.

”Sama-sama kita jaga kamtibmas dan semoga kejadian serupa tidak terulang kembali,” katanya. (daq/ign)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Herri Pras Laporkan 20 Orang ke Polisi, Nama Pimpinan DPRD Ikut Terseret

Herri Pras Laporkan 20 Orang ke Polisi, Nama Pimpinan DPRD Ikut Terseret

Nama Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Sanjaya juga ikut terseret. Herri menduga Edwin turut menggerakkan kedatangan rombongan

Kronologi Versi Herri Pras: Didatangi Petarung MMA hingga Mengaku Ditendang dan Didengkul

Kronologi Versi Herri Pras: Didatangi Petarung MMA hingga Mengaku Ditendang dan Didengkul

Herri menyebut kedatangan mereka berkaitan dengan polemik ajakan duel yang sebelumnya ia sampaikan melalui media sosial

 Duel Marquez dan Bezzecchi di MotoGP Aragon Terasa Menakutkan dengan Kecepatan 300 KM/Jam

 Duel Marquez dan Bezzecchi di MotoGP Aragon Terasa Menakutkan dengan Kecepatan 300 KM/Jam

Marc Marquez mengungkapkan apa yang ia rasakan ketika berduel sengit melawan Marco Bezzecchi pada seri MotoGP Aragon, terasa menakutkan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer