PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Hutan Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Keluang menyimpan banyak misteri.
Upaya mengungkapnya dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dengan memasang kamera trap dan melakukan pengamatan malam, Selasa (5/8/2025) dan Rabu (6/8/2025).
Lima personel diterjunkan, yakni Muriansyah, Jhon, Juhriansyah, Wahyudj, dan Sopyan Hadi. Mereka memasang tiga kamera trap di titik berbeda: Grid 36 (nomor 502), Grid 271 (nomor 506), dan Grid 299 (nomor 503).
Hasilnya, di Grid 271 dan 299, tim menemukan empat sarang orangutan, terdiri dari satu sarang kelas B dan tiga sarang kelas C.
“Kami juga mendapati jejak yang diduga kuat milik rusa, kotoran musang, dan jejak orangutan,” ungkap Muriansyah, Rabu (6/8/2025).
Kejutan tidak berhenti di situ. Saat melakukan pengamatan malam, tim melihat langsung satu ekor kukang dan tiga ekor burung cekaka sungai.
Mereka juga menemukan jejak yang diperkirakan milik biawak, berang-berang, serta monyet ekor panjang.
Menurut Muriansyah, temuan ini menjadi bukti penting bahwa kawasan TWA Tanjung Keluang masih menjadi habitat satwa liar yang beragam. “Dengan kamera trap, kita bisa merekam aktivitas satwa tanpa mengganggu mereka. Data ini sangat berharga untuk mendukung upaya konservasi,” jelasnya.
TWA Tanjung Keluang dikenal sebagai salah satu kawasan penting untuk pelestarian orangutan dan satwa lainnya. Dengan hasil ini, BKSDA optimistis upaya konservasi akan semakin terarah dan berbasis data nyata. (*)
Editor : Slamet Harmoko