PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palangka Raya, Polda Kalimantan Tengah, meluncurkan Program SIM Go Pelosok (GOSOK) sebagai inovasi pelayanan publik pada awal tahun 2026. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendekatkan layanan kepolisian kepada masyarakat di wilayah pelosok.
Pelaksanaan perdana Program SIM GOSOK digelar pada Sabtu (7/2/2026) siang di halaman Kantor Kelurahan Pager, Jalan Tumbang Talaken Km 62, Kelurahan Pager, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya.
Kehadiran layanan ini mendapat sambutan antusias dari warga setempat yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh ke pusat kota untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kasatlantas Kompol Egidio Sumilat menjelaskan, SIM GOSOK merupakan terobosan Satlantas dalam menghadirkan layanan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) secara lebih inovatif dan merata.
“Program SIM GOSOK ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan kemudahan pelayanan SIM, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok. Harapannya, layanan kepolisian semakin dekat dan mudah diakses,” ujar Kompol Egidio.
Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polresta Palangka Raya menghadirkan Bus SIM Keliling yang melayani perpanjangan SIM A dan SIM C. Selain itu, masyarakat juga difasilitasi dengan layanan trial atau percobaan uji teori dan praktik pembuatan SIM.
“Untuk perpanjangan SIM A dan SIM C, persyaratannya meliputi fotokopi KTP, SIM yang masih aktif, surat keterangan dokter, surat tes psikologi, serta kepesertaan BPJS Kesehatan yang masih aktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, layanan trial disediakan sebagai sarana latihan bagi masyarakat yang akan mengikuti atau sedang menjalani proses pembuatan SIM. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu pemohon agar lebih siap dan meminimalkan kegagalan saat mengikuti uji teori maupun praktik.
“Melalui layanan trial ini, masyarakat dapat berlatih terlebih dahulu sehingga tidak perlu berulang kali gagal saat ujian SIM. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat,” pungkas Kompol Egidio Sumilat. (daq/yit)
Editor : Heru Prayitno