Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ririen Binti Pimpin Gerakan Dayak Anti Narkoba

Dodi Abdul Qadir • Senin, 12 Januari 2026 | 12:52 WIB
GERAKAN DAYAK: Sadagori Henoch Binti, yang akrab disapa Ririen Binti, menerima amanah sebagai Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN). (GDAN/Radar Sampit)
GERAKAN DAYAK: Sadagori Henoch Binti, yang akrab disapa Ririen Binti, menerima amanah sebagai Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN). (GDAN/Radar Sampit)

PALANGKA RAYA – Peredaran narkoba di Kalimantan Tengah kian mengkhawatirkan. Tidak hanya sabu-sabu, pil zenith juga dilaporkan semakin merajalela hingga menjangkau wilayah pedalaman Bumi Tambun Bungai.

Bahkan di Kota Palangka Raya, tepatnya di kawasan Ponton, lokasi yang kerap disebut sebagai “pasar narkoba” masih terus beroperasi meski berulang kali digerebek aparat penegak hukum.

Masifnya peredaran barang haram tersebut dinilai telah merusak banyak sendi kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Dayak sebagai penduduk asli Pulau Borneo.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pada aspek kesehatan dan keamanan, tetapi juga menghancurkan tatanan moral, budaya, adat istiadat, hingga nilai-nilai keimanan.

Kondisi inilah yang mendorong Sadagori Henoch Binti, yang akrab disapa Ririen Binti, untuk menerima amanah sebagai Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN).

Di usianya yang telah menginjak 60 tahun, Ririen mengakui keputusan tersebut bukan perkara ringan.

“Banyak yang bilang saya nekat. Tapi narkoba sudah sangat merusak tatanan kehidupan masyarakat Dayak dan masyarakat lain yang hidup di Bumi Tambun Bungai. Kalau tidak diperangi mulai sekarang, kehancurannya akan semakin parah,” tegas Ririen kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

Ririen menilai narkoba bukan sekadar kejahatan biasa. Menurutnya, peredaran narkoba telah merusak moral, budaya, adat istiadat, bahkan iman masyarakat. Karena itu, perlawanan terhadap narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Gerakan Dayak Anti Narkoba sendiri hadir dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Wali Kota Palangka Raya, para bupati se-Kalimantan Tengah, institusi penegak hukum, hingga elemen masyarakat.

Tujuan utama gerakan ini adalah memerangi narkoba agar tidak terus menjadi momok yang menghancurkan generasi bangsa.

Sebagai seorang penginjil atau evangelis Gereja Kalimantan Evangelis (GKE), Ririen memandang perannya di GDAN bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan bagian dari pelayanan rohani.

“Bagi saya, hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan,” ujar Ririen mengutip Filipi 1 ayat 21. “GDAN adalah bagian dari ibadah saya untuk memuliakan Tuhan Yesus. Kami tidak hanya melawan peredaran narkoba, tetapi juga melakukan sosialisasi anti narkoba dan pelayanan rohani lintas agama, menyerukan pertobatan bagi bandar, pengedar, hingga pengguna,” tegasnya.

Pengalaman masa lalu turut menguatkan tekad Ririen. Ia mengaku pernah menjadi pecandu berat narkoba. Namun sejak 2007, atau hampir 19 tahun lalu, ia meninggalkan dunia kelam tersebut dan memilih jalan pertobatan.

“Saya tahu betul betapa dahsyat daya rusak narkoba. Karena itu saya rela pasang badan, agar masyarakat Dayak dan masyarakat yang tinggal di Tanah Dayak tidak hancur karena barang haram ini,” katanya.

Ririen juga menyoroti masih maraknya peredaran narkoba yang menurutnya tidak lepas dari keterlibatan oknum aparat penegak hukum. Ia secara terbuka mengingatkan agar mereka yang terlibat segera bertobat.

“Perbuatan itu sangat merusak masyarakat Dayak. GDAN akan pasang badan melawan siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkoba,” ujarnya tegas.

Menutup pernyataannya, Ririen kembali mengutip Filipi 1 ayat 21. Ia menegaskan sisa hidupnya ingin didedikasikan untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

“Sebelum menikmati keuntungan kekal bersama Tuhan Yesus di Surga, sisa hidup ini saya dedikasikan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Salah satunya dengan melawan peredaran narkoba yang menghancurkan kehidupan manusia,” pungkasnya. (daq)

 

 

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#Gerakan Dayak Anti Narkoba