radarsampitjawapos.com- Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama,yang tampil di Moto3 2026 berhasil finis di posisi 5 pada Grand Prix Thailand, 1 Maret 2026. Selanjutnya, Veda Ega yang memperkuat Honda Team Asia bakal kembali beraksi di GP Brasil pada 22 Maret 2026.
Pembalap 17 tahun ini mengaku punya cara alias jurus untuk kembali tampil kompetitif di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiânia, Brasil.
“Untuk balapan selanjutnya di Brasil, tentu saya akan menggunakan pengalaman di Thailand. Saya akan mengingat yang saya lakukan. Apalagi GP Brasil adalah sirkuit baru, sehingga semua pembalap masih minim pengetahuannya tentang lintasan,” kata Veda Ega Pratama setelah GP Thailand.
Menurutnya, di Brasil nanti, pembalap yang paling cepat beradaptasi akan mendapat hasil yang bagus.
Pada Moto3 Thailand 2026, pembalap kelahiran Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu, menunjukkan performa yang apik sebagai pembalap debutan. Dia melakukan sejumlah overtake berani, meski tidak selalu berhasil menyalip lawan.
Gaya balapnya yang agresif sempat membuatnya berada dalam perebutan posisi 3. Namun, cara yang sama juga beberapa kali membuatnya keluar dari jalur sehingga tertinggal dari David Almansa (Liqui Moly), yang menjadi juara, serta Maximo Quiles (Aspar Team), di posisi 2.
Sementara itu, Veda Ega terus bersaing dengan Valentin Perrone (KTM Tech3), Alvaro Carpe (KTM Ajo), dan Adrian Fernandez (Leopard Racing), untuk memperebutkan posisi 3. Akhirnya, Veda Ega finis di posisi 5.
Di MotoGP Brasil 2026 nanti, Veda Ega diprediksi kembali tampil agresif. Gaya tersebut sudah dia tunjukkan di GP Thailand serta saat masih tampil di Asia Talent Cup hingga Red Bull Rookies Cup. Selain itu, gaya balapan Veda Ega yang liar juga membuat Moto3 2026 lebih menarik. Terlebih secara performa motor Honda di Moto3 masih kalah dari KTM.
Namun, minimnya data tentang sirkuit baru itu, bakal menjadi tantangan tersendiri. Jika terlalu agresif, Veda Ega bisa mengalami crash yang dapat merugikan dirinya sendiri.(int/tir)
Editor : Agus Jaka Purnama