Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selama Bulan Ramadan Program MBG Tetap Berjalan

Farid Mahliyannor
Penulis: Farid Mahliyannor❯
PROGRAM PEMERINTAH: Pelajar di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mendapatkan asupan makanan bergizi pada program MBG. FOTO: DOK.YUNI/RADAR SAMPIT
PROGRAM PEMERINTAH: Pelajar di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mendapatkan asupan makanan bergizi pada program MBG. FOTO: DOK.YUNI/RADAR SAMPIT

Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah dengan penyesuaian mekanisme layanan bagi peserta didik dan kelompok penerima manfaat.


Advertisement

Penyesuaian tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan terkait penguatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG di Jakarta, baru-baru tadi.

“Pelaksanaan MBG pada bulan Ramadhan tetap berjalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

Ia menjelaskan penyesuaian dilakukan agar layanan tetap tepat sasaran tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi peserta didik Muslim.

Advertisement

Menurut dia, anak sekolah di daerah yang mayoritas menjalankan puasa akan menerima makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka.

Sementara itu, sekolah di wilayah yang mayoritas tidak berpuasa tetap mendapatkan layanan MBG seperti hari biasa. Untuk kelompok balita, ibu hamil dan ibu menyusui, pemerintah memastikan layanan MBG tetap diberikan secara normal selama bulan Ramadan.

“Sekolah yang non-Muslim (distribusi MBG) seperti biasa. Ibu hamil, balita juga seperti biasa," ujar dia.

Advertisement

Zulhas menambahkan layanan MBG di pesantren akan menyesuaikan waktu distribusi, yakni digeser ke sore hari untuk konsumsi saat berbuka puasa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan skema Ramadan tersebut telah disiapkan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah.

Menurut dia, menu yang disiapkan tetap memperhatikan kecukupan gizi meskipun dikemas dalam bentuk makanan kering. “Untuk anak sekolah yang puasa, dibagikan saat pulang sekolah untuk berbuka,” ungkap Dadan.

Pemerintah menegaskan penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan Program MBG sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hingga akhir Januari 2026 Program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut dilayani oleh 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. (jpg)

Advertisement
Editor : Farid Mahliyannor
Sumber : Jawa Pos
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sejumlah Sekolah di Kotim Mulai Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Sejumlah Sekolah di Kotim Mulai Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Meski demikian, pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah dan mengacu pada Surat Edaran (SE) kepala daerah terkait

Bullying Bukan Kenakalan Remaja, Dampaknya Ancam Masa Depan

Bullying Bukan Kenakalan Remaja, Dampaknya Ancam Masa Depan

Kasus perundungan antarsiswa di lingkungan sekolah di Kotim tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai kenakalan remaja biasa

Perundungan Berulang Bikin Anak Enggan Sekolah, Halikinnor Ancam Copot Kepsek yang Lalai Mengawasi

Perundungan Berulang Bikin Anak Enggan Sekolah, Halikinnor Ancam Copot Kepsek yang Lalai Mengawasi

Halikinnor menegaskan akan memberi sanksi kepada pihak sekolah negeri bahkan mengganti kepsek jika terbukti lalai tangani kasus perundungan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer