Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Posko Lebaran Mulai Dibuka di Pelabuhan Sampit

Yuni Pratiwi Iskandar • Minggu, 15 Maret 2026 | 11:49 WIB

 

Foto bersama usia Pembukaan Posko Angkutan Lebaran 2026 di Sampit, Jumat (13/3).
Foto bersama usia Pembukaan Posko Angkutan Lebaran 2026 di Sampit, Jumat (13/3).

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Posko Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit resmi beroperasi mulai Jumat (13/3) hingga 30 Maret 2026. Posko ini dibentuk untuk memastikan kelancaran serta keamanan arus mudik dan arus balik melalui jalur laut.

Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, mengatakan pembukaan posko dilakukan setelah pihaknya mengikuti pembukaan Posko Angkutan Lebaran tingkat nasional yang dipimpin Menteri Perhubungan dan Wakil Menteri Perhubungan di Kantor Kementerian Perhubungan.

“Pembukaan posko tingkat nasional kami ikuti secara daring bersama kementerian dan lembaga terkait. Setelah itu kami melanjutkan rangkaian kegiatan pembukaan Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit,” kata Hotman, Jumat (13/3) malam.

Dalam kegiatan tersebut, Hotman membacakan sambutan Direktur Jenderal Perhubungan Laut serta menyerahkan rompi kepada petugas jaga yang akan bertugas selama masa penyelenggaraan posko.

Ia menjelaskan, posko angkutan Lebaran berlangsung selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Selama periode tersebut, berbagai instansi akan bersinergi untuk memastikan pelayanan transportasi laut berjalan aman dan lancar.

Di Pelabuhan Sampit, KSOP bekerja sama dengan sejumlah instansi, antara lain Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial, TNI Angkatan Laut, Polri, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, serta BMKG. 

“Kami bersama seluruh instansi terkait akan bersatu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik melalui Pelabuhan Sampit,” ujarnya.

Selama masa posko, sebanyak 12 armada kapal penumpang dijadwalkan melayani rute dari dan menuju Pelabuhan Sampit. Kapal-kapal tersebut melayani rute Sampit–Semarang dan Sampit–Surabaya, termasuk rute sebaliknya menuju Sampit.

Menurut Hotman, seluruh kapal yang beroperasi telah menjalani pemeriksaan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran oleh otoritas pelabuhan.

“Kapal penumpang yang beroperasi telah dinyatakan laik laut setelah menjalani pemeriksaan keselamatan oleh KSOP maupun KUPP di berbagai pelabuhan di Indonesia. Di Pelabuhan Sampit sendiri, pemeriksaan terhadap kapal milik PT Dharma Lautan Utama telah kami lakukan pada Februari 2026,” jelasnya.

Berdasarkan evaluasi data penjualan tiket operator pelayaran, yakni PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama, jumlah penumpang pada musim mudik tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan 2025.

Saat ini, lanjut Hotman, tiket kapal penumpang dari kedua operator tersebut telah terjual habis.

“Dari informasi PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama, tiket kapal sudah terjual seluruhnya. Kami menunggu kemungkinan adanya kebijakan dispensasi dari Kementerian Perhubungan, namun dispensasi biasanya hanya diberikan satu kali sesuai aturan,” katanya.

Ia menegaskan penjualan tiket harus tetap mengikuti batas jumlah penumpang sesuai kapasitas kapal untuk menjaga keselamatan pelayaran.

Selain itu, hingga kini belum tersedia kapal cadangan untuk rute dari Pelabuhan Sampit. Program mudik gratis juga tidak diselenggarakan oleh PT Pelni di pelabuhan tersebut pada 2026.

Hotman berharap seluruh pihak dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran, termasuk peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami berharap sinergi dan kolaborasi semua pihak, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, maupun instansi terkait dapat terus terjalin agar masyarakat memperoleh pelayanan yang aman dan nyaman sejak masuk pelabuhan hingga naik ke kapal,” ujarnya. (yn/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#posko Lebaran #arus mudik #sampit